Breaking News:

Orang yang Berisiko Mengalami Anemia: Perempuan Produktif, Remaja, Lansia, dan Terganggu Pencernaan

SEJAUH ini penyakit jenis anemia relatif banyak ditemui di Negara Indonesia lantaran penderinya mengalami kekurangan zat besi.

Editor: Emil Mahmud
tribunnews
Ilustrasi orang sakit (NET) 

SEJAUH ini penyakit jenis anemia relatif banyak ditemui di Negara Indonesia lantaran penderinya mengalami kekurangan zat besi.

Bahkan, kondisi tersebut tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara dunia, lainnya.

Menurut dr Santi dari Medical Center Kompas Gramedia group, ada beberapa orang yang rentan mengalami anemia.

Pertama, orang yang mengalami kesulitan makan. Terutama mereka yang tidak makan sayuran berdaun hijau, atau protein hewani yang bewarna merah.

Ini berisiko tinggi untuk menderita anemia kekurangan zat besi.

Hal ini juga berlaku pada vegetarian. Oleh karena itu dr Santi mengajak untuk benar-benar memilih makanan baik. 

Mengetahui apa saja yang baik untuk dimakan supaya terhindar anemia kekurangan zat besi. 

Kedua, anemia juga disebabkan karena kebutuhan zat besi meningkat ketika masa pertumbuhan. Misalnya, pada remaja yang sedang dalam masa tumbuh kembang.

Baca juga: Manfaat Daun Ketapang - Oleskan Sari Pati Lumatan Daun ke Bagian Tubuh, yang Diserang Penyakit Kulit

Baca juga: Waspada Omicron Jelang Tutup Tahun, 10 Ribu Lansia hingga Anak-anak di Empat Wilayah Disuntik Vaksin

Atau orang perempuan yang masih di masa produktif. Kalau perempuan masa produktif akan terus mengalami menstruasi. Selama menstruasi, darah akan keluar dari rahim. 

"Sehingga tubuh membutuhkan darah pengganti. Darah bisa diproduksi kembali jika sumber energi cukup. Sumbernya adalah makanan tadi. Kalau makan jelek mau gak mau jumlahnya bisa didapat sedikit,"ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM dikutip, Senin (27/12/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved