Breaking News:

Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Barat Sebut Pinjaman Online Ilegal, Resahkan Masyarakat

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar), Yusri mengatakan keberadaan pinjaman online (pinjol) atau fintech ilegal meresahka

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Yusri saat memberi kata sambutan dalam acara media dan protokol gathering di Padang, Rabu (8/12/2021).       

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar), Yusri mengatakan keberadaan pinjaman online (pinjol) atau fintech ilegal meresahkan masyarakat.

Sejak 10 tahun terakhir, kata dia, fintech ilegal ini sudah berhasil menghimpun dana masyarakat sekitar Rp 117 triliun. 

"Bisa diasumsikan, inilah kerugian masyarakat selama 10 tahun terakhir," kata Yusri di Padang, Rabu (8/12/2021).

Ia bersyukur fintech ilegal menurun dengan peningkatan pemahaman masyarakat melalui edukasi bersama.

"Masyarakat sudah melek dan paham fintech ilegal yakni dengan imbas hasil dan keuntungan besar," sambungnya.

Yusri menyebut jumlah fintech ilegal ini bisa merambah kemana-mana. 

"Saya yakin di Sumbar juga banyak," imbuhnya.

Pada 2021, kata dia, ada satu kasus investasi ilegal, kejadian di Kabupaten Agam, penawaran dengan model usaha konveksi, sudah dilaporkan kepolisian dan sudah dilakukan penyidikan.

Ciri-ciri fintech ilegal atau pinjol ini yakni menjanjikan keuntungan tidak wajar hingga memberikan bonus dalam merekrut anggota baru.

Oknum pelaku juga mengklaim investasi tanpa risiko.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved