Breaking News:

Otoritas Jasa Keuangan Catat 130.143 Rekening, Terima Pinjaman Online di Sumbar

Minat masyarakat meminjam di pinjaman online atau pinjol atau P2P lending cukup tinggi di Sumatera Barat (Sumbar).

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi Uang 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Minat masyarakat meminjam di pinjaman online atau pinjol atau P2P lending cukup tinggi di Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar hingga Oktober 2021, sudah ada 130.143 rekening borrower (penerima pinjaman) dengan 2.992 ribu rekening lender (pemberi pinjaman). 

"Untuk Sumbar sendiri, posisi Oktober 2021 itu ada 130.143 rekening atau orang yang mendapatkan fasilitas pembiayaan dari pinjaman online legal dengan outstanding Rp300,22 miliar," kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar Yusri di Padang, Rabu (8/12/202).

Menurutnya pinjaman online menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan permodalannya. 

Sehingga sangat banyak masyarakat yang mendapatkan fasilitas pembiayaan pinjaman online.

OJK melihat ini peluang membantu masyarakat sehingga diterbitkanlah peraturan tentang pinjol.

Ia menilai masyarakat cukup disiplin, karena ketika memberikan pinjaman, mereka memastikan peminjam memiliki track record yang baik sehingga bisa dikembalikan.

"Ini terbukti dengan rendahnya angka tingkat gagal bayar (NPL) di Sumbar yakni 1,17 persen," ungkapnya.

Menurut Yusri, justru yang meresahkan masyarakat ialah pinjaman ilegal, yang jumlahnya lebih dari 3.500 yang ditutup lalu tumbuh kembali. 

Tingginya jumlah pinjaman ilegal menurutnya karena mudah membuat aplikasi. Sementara pelakunya orang yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved