Breaking News:

Penanganan Covid

Varian Omicron Segera Diantisipasi, Pemerintah Ambil Kebijakan Berbasis Data

Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dalam memutuskan setiap kebijakan yang berkaitan

Editor: Emil Mahmud
tribunPadang.com/RimaKurniati
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengunjung Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Kota Padang, Jumat (9/4/2021) 

TRIBUNPADANG.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dalam memutuskan setiap kebijakan yang berkaitan dengan penanganan pandemi virus corona (Covid-19), pemerintah selalu berbasis data.

Termasuk dalam menghadapi munculnya varian baru Covid-19 yang kali pertama diidentifikasi di Afrika Selatan dan disebut 'omicron' ini.

"Pemerintah Indonesia selalu mengambil kebijakan yang berbasis data," kata Budi Gunadi, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Respons Pemerintah dalam Menghadapi Varian Omicron', Minggu (28/11/2021) malam.

Ia kemudian menyampaikan bahwa saat ini ada 9 negara yang memiliki kasus terkonfirmasi positif varian omicron, dengan total 128 kasus.

Negara-negara itu meliputi Afrika Selatan dengan 99 kasus konfirmasi, Botswana 19 kasus, Inggris 2 kasus, Hong Kong 2 kasus, Australia 2 kasus, Italia 1 kasus, Israel 1 kasus, Belgia 1 kasus, dan Ceko 1 kasus. 

Baca juga: Daun Ketapang Ampuh Jadi Obat Penawar Gangguan Pencernaan, dan Beragam Keluhan

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar hingga 28 November 2021 Pagi: Nihil Warga yang Positif Covid-19, Sembuh 2 Orang

"Jadi kita lihat kasus konfirmasi positif itu 9 negara, 128 kasus (konfirmasi). Dari 9 negara itu, paling banyak di Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hong Kong, Australia," jelas Budi Gunadi.

Sedangkan 4 negara lainnya yakni Belanda, Jerman, Denmark, dan Austria masih 0 kasus konfirmasi, namun memiliki kasus probable atau kemungkinan.

Untuk kasus probable rinciannya adalah Afrika Selatan 990 kasus, Botswana 9 kasus, Israel 7 kasus, Belanda 61 kasus, Jerman 3 kasus, Denmark 2 kasus, dan Austria 1 kasus.

Sehingga total negara yang telah mendeteksi kasus omicron ini ada 13 negara yang tersebar di benua Afrika, Eropa, Australia dan Asia.

"Kasus yang probable, masih mungkin, itu ada 4 negara lainnya, jadi total ada 13 negara," papar Budi Gunadi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved