Breaking News:

Kisah Perjuangan Badut di Padang, Jalan Kaki Cari Nafkah Demi Hidupi Keluarga

Siang itu seorang wanita paruh baya tengan duduk di bawah pohon rindang. Ia sengaja berteduh dari sengatan sinar matahari yang terik.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Seorang perempuan paruh baya "membadut" di jalanan kota Padang demi hidupi keluarga 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Siang itu seorang wanita paruh baya tengah duduk di bawah pohon rindang.

Ia sengaja berteduh dari sengatan sinar matahari yang terik.

Dengan memakai kerudung dan topeng, wanita paruh baya itu menghias kepalanya dengan rambut kribo palsu berwarna-warni mencolok khas badut.

Napasnya tersengal-sengal.

Seluruh tubuh mulai dari kepala hingga kaki tertutup dengan kustom badut warna-warni.

Baca juga: Kisah Kakek Penjual Tisu di Perempatan Lampu Lalu Lintas Masjid Raya Sumatera Barat

Baca juga: Kisah Buyuang Amai, Penjual Sapu Lidi di Guguak 50 Kota, Tak Bisa Melihat, Butuh Rumah Layak Huni

Namanya Nurhayati (52). Menjadi badut, salah satu jalannya untuk lepas dari kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

"Sudah setahun saya menjadi badut, jalan kaki ke sana kemari. Jika capek, istirahat dan berhenti," kata ibu lima anak ini.

Baca juga: Kisah Desi, Juru Parkir di Padang yang Besarkan Lima Orang Anak, Ada yang Beri hingga Rp 200 Ribu

Baca juga: Kisah Desi, Juru Parkir di Padang yang Besarkan Lima Orang Anak, Ada yang Beri hingga Rp 200 Ribu

Melakoni pekerjaan sebagai badut, Nurhayati mengaku karena terdesak oleh keadaan.

Tak perlu modal banyak. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved