Breaking News:

BKSDA Sumbar Kembalikan 3 Satwa Dilindungi ke Alamnya di Hutan Pendidikan Biologi Unand

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) lepasliarkan 3 jenis satwa dilindungi di Hutan Pendidikan Biologi Unand yang berbatasan langsung dengan Suak

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
BKSDA Sumbar
Petugas BKSDA Sumbar bersama mahasiswa kembalikan 3 satwa dilindungi ke alamnya 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) lepasliarkan 3 jenis satwa dilindungi di Hutan Pendidikan Biologi Unand yang berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Barisan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Satwa yang dilepasliarkan terdiri dari kucing hutan, kukang, dan trenggiling.

Baca juga: Harimau Terkam 2 Ekor Anjing Warga di Padang, BKSDA Lakukan Patroli Pengusiran Selama 3 Hari

Baca juga: Update Harimau Muncul di Kawasan Tahura Bung Hatta, BKSDA sebut Kondisi Sudah Aman

Hal itu dikarenakan satwa ini memiliki hak untuk hidup dan berkembang biak secara bebas di lingkungan alamnya atau habitatnya.

"Tiga ekor Satwa dilindungi yang diserahkan masyarakat dilepasliarkan bersama-sama dengan akademisi dan mahasiswa Jurusan Biologi Unand," kata Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, Senin (15/11/2021).

Baca juga: BKSDA Temukan Jejak di Tanah Depan Pos Jaga Tahura Bung Hatta, Hasil Identifikasi Kemunculan Harimau

Baca juga: BKSDA Sumbar Selamatkan Induk & Anak Trenggiling di Agam, Warga Temukan saat Melintas di Jalan Raya

Satwanya terdiri dari kucing hutan, kukang, dan trenggiling ini dilepasliarkan pada Kamis (11/11/2021) yang lalu.

Ia mengatakan satwa liar dilepasliarkan agar dapat menjalankan fungsinya dalam menjaga keseimbangan ekosistem di alam.

Baca juga: Beruang Madu Masuk Kebun dan Permukiman Warga Kabupaten Agam, BKSDA Langsung Lakukan Penanganan

Baca juga: Dugaan Perdagangan Satwa Dilindungi di Padang Pariaman, BKSDA Sumbar Rinci Pelaku dan Barang Bukti

"Melibatan akademisi dan mahasiswa tersebut sebagai bentuk dukungan untuk  turut berperan aktif dalam kegiatan perlindungan satwa pada habitat alaminya dan mencegah terjadinya perburuan satwa untuk diperdagangkan," katanya.

Kucing hutan yang berumur sekitar 1 bulan diserahkan oleh masyarakat pada bulan Mei 2021 yang lalu, dan sempat direhabilitasi di Tempat Transit Satwa (TTS)  BKSDA Sumbar sampai siap untuk dilepasliarkan.

Baca juga: Soal Kemunculan Buaya Kawasan Pantai Kabupaten Pesisir Selatan, BKSDA Duga Sedang Bermigrasi 

Sedangkan kukang diserahkan masyarakat dalam kondisi sehat dan masih memiliki sifat liar serta berumur dewasa sehingga hanya menjalani perawatan sementara di TTS  lebih kurang 2 minggu untuk mengembalikan kondisi psikisnya.

"Untuk satwa trenggiling merupakan satwa serahan masyarakat yang sebelumnya ditemukan di sekitar pemukiman sedang menyeberang jalan dan sempat dirawat masyarakat selama 3 hari," katanya.

Baca juga: Warga di Sumbar Serahkan Opsetan Harimau dan Cenderawasih, BKSDA Sumbar: Sukarela dan Sudah Sadar

Sebelum dikembalikan ke alamnya, satwa ini telah melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim medis BKSDA Sumbar.

Ia memilih lokasi Hutan Pendidikan Biologi Unand dikarenakan lokasinya memenuhi kriteria sebagai tempat pelepasan ketiga jenis satwa tersebut.

Baca juga: Macan Dahan Penuh Luka Ditemukan di Pasaman, BKSDA: Diduga akibat Perkelahian Sesama Macan Dahan

Baca juga: Beruang Madu Masuk Kebun dan Permukiman Warga Kabupaten Agam, BKSDA Langsung Lakukan Penanganan

"Kondisi tutupan hutannya masih bagus, tersedia sumber pakan dan air yang cukup, tingkat ancaman rendah serta memudahkan monitoring pasca pelepasan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved