Pemprov Sumbar Alokasikan 10 Persen, APBD 2022 untuk Sektor Pertanian

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mengalokasikan 10 persen APBD 2022 untuk sektor  pertanian.

Editor: Emil Mahmud
Ist/Biro Adpim Setdaprov Sumbar
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat mengunjungi masyarakat di kelurahan Padang Sikabu Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh, Minggu (31/10/202). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mengalokasikan 10 persen APBD 2022 untuk sektor  pertanian.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut, ini bukti keseriusan Pemprov Sumbar untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Masyarakat Sumbar mayoritas adalah petani atau bergantung pada pertanian, karena itu kita mengalokasikan anggaran terbesar untuk sektor pertanian," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menyerahkan bantuan

Produk holtikultura kepada masyarakat di kelurahan Padang Sikabu Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh, Minggu (31/10/202).

Baca juga: 60 KK Terdampak Banjir Bandang di Nagari Banai Kabupaten Dharmasraya, BPBD Siapkan Bantuan Logistik

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat mengunjungi masyarakat di kelurahan Padang Sikabu Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh, Minggu (31/10/202).
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat mengunjungi masyarakat di kelurahan Padang Sikabu Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh, Minggu (31/10/202). (Ist/Biro Adpim Setdaprov Sumbar)

Mahyeldi mengatakan anggaran tersebut akan dikucurkan pada masyarakat dalam bentuk program dan bantuan melalui lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di antaranya Dinas Kehutanan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Pangan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Karena itu dia meminta petani dan peternak untuk memperkuat kelompok tani karena bantuan dan program pemerintah tidak bisa diberikan kepada perseorangan tetapi harus diberikan kepada kelompok.

Baca juga: Wagub Audy Sebut Pariwisata Sumbar Mulai Menggeliat, Selepas dari PPKM Level 3 dan 4

Untuk Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima puluh Kota, Gubernur menilai tanaman jagung sangat memiliki prospek karena di daerah itu adalah sentra peternakan ayam.

"Secara umum untuk Sumatera Barat membutuhkan sekitar 1.600 ton jagung per hari untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam sementara hasil produksi jagung di daerah itu belum mencukupi," ujarnya.

Hal tersebut merupakan bukti bahwa tanaman jagung memiliki prospek pasar yang jelas sehingga petani tidak perlu khawatir tidak dapat menjual hasil panen.

Menurutnya, kalau bisa pemerintah daerah menfasilitasi petani dan peternak untuk melakukan kesepakatan atau nota kesepahaman MoU (Memorandum of Understanding). 

"Peternak akan menerima jagung petani dengan harga wajar. Dengan demikian petani akan sejahtera sementara peternakan ayam juga tidak kekurangan jagung," sambungnya.

Wakil ketua DPRD Sumatera Barat Irsyad Syafar mengatakan alokasi anggaran 10 persen untuk sektor pertanian pada APBD 2022 telah disetujui oleh DPRD.

Hal itu karena DPRD memiliki persepsi yang sama dengan Pemprov Sumbar bahwa sektor pertanian adalah sektor unggulan yang harus didukung sepenuhnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali kota Payakumbuh Riza Falepi menyebut pihaknya mendorong petani setempat untuk melakukan penanaman jagung dan padi varietas unggul untuk membantu meningkatkan pendapatan.

"Lahan lahan tidur atau lahan kritis di Payakumbuh akan kita arahkan untuk perkebunan jagung dengan pendampingan dan pembinaan dari pemerintah daerah melalui tenaga Penyuluh Pertanian," katanya.

Dengan demikian produksi jagung di Payakumbuh akan meningkat dan bisa memenuhi kebutuhan pakan ayam untuk usaha peternakan di daerah itu dan Kabupaten Limapuluh Kota. (TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved