Breaking News:

Tidak Berhasil Capai Target 16 Emas pada Gelaran PON XX Papua 2021, Ketua KONI Sumbar Kecewa

Gelaran PON XX Papua 2021 baru saja berakhir, Sumatera Barat yang memiliki target finis di 10 besar hanya mampu finis di posisi 15 pada klasemen akhir

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
Humas KONI Sumbar
Gubernur Sumbar Mahyeldi didampingi Ketua KONI Sumbar Agus Suardi saat menyerahkan bonus spontan kepada salah seorang atlet Kempo Sumbar. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gelaran PON XX Papua 2021 baru saja berakhir, Sumatera Barat yang memiliki target finis di 10 besar hanya mampu finis di posisi 15 pada klasemen akhir.

Finis di posisi 15, Sumbar berada di bawah Riau, Lampung, Aceh dan Sumatera Utara yang berasal dari pulau Sumatera.

Baca juga: Viral Curhat Atlet PON Sumbar Dilepas Bak Anak Ayam Tanpa Induk, Tidur di Kursi Ruang Tunggu Bandara

Baca juga: Ketua KONI Sumbar Agus Suardi Langsung Tinjau Persiapan Atlet PASI di Jakarta Setelah Dilantik

 

Tuah Sakato  hanya mampu memperoleh 8 medali emas, 12 perak dan 18 perunggu total Sumbar hanya mampu mengumpulkan 38 total medali.

Torehan ini tidak sesuai dengan target yang dipasang oleh KONI Sumbar, KONI menargetkan Sumbar bisa meriah 16 emas pada gelaran PON XX Papua.

Baca juga: Tim Sepak Bola Kontingan Aceh, Sudah Tak Sabar Nantikan Acara Penutupan PON Papua

Menanggapi perolehan yang tidak mencapai target ini Ketua KONI Sumbar, Agus Suardi mengatakan bahwa dirinya juga kecewa dengan capaian Sumbar ini.

“Kami tentu kecewa dengan hasil ini karena tidak sesuai target, namun  memang kondisi di Papua seperti itu. Rata-rata hampir seluruh provinsi yang memprediksi atletnya mendapatkan emas juga mengalami hal serupa,” ucapnya.

Baca juga: Karateka Sumbar Fadila Rahmi Harus Puas Raih Medali Perak PON Papua 2021, Tuan Rumah Unggul di Final

Selain itu menurut Abien sapaan akrab Agus Suardi, PON pada saat kondisi pandemi ini sangat berbeda dari PON sebelumnya.

Abien juga tidak mau menyalahkan kepengurusan sebelumnya atas perolehan yang didapat Sumbar pada PON Saat ini.

“Saya baru di SK kan pada 31 Mei, 5 bulan setelahnya kita harus mengikuti PON. Tapi saya tidak mau melempar kesalahan ini pada pengurus lama. Karena secara persiapan para atlet sudah melakukannya sejak lama, namun  memang hasilnya saja belum sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Baca juga: Loloskan 1 Pesilat Putri ke Final, Pencak Silat Sumbar Optimis Raih Medali Emas PON Papua 2021

Abien juga mencontohkan bahwa kondisi saat  ini juga terjadi di provinsi lain selain Sumatera Barat.

Walau secara persiapan provinsi lain memiliki fasilitas yang mumpuni.

“Meski semua  provinsi mengalami kendala yang sama di masa pandemi, Sumbar juga tidak  bisa mengambil kesempatan dari keadaan tersebut. Buktinya terlihat dari klasemen terakhir PON XX Papua 2021,” ujarnya.

Baca juga: KRONOLOGI Kericuhan di Venue Tinju PON Papua 2021, Berawal Atlet DKI Tak Puas dengan Keputusan Wasit

Sedangkan jika masalah keuangan yang banyak dikeluhkan pengprov pada PON kali ini, sebenarnya menurut Abie hal ini terjadi memang karena kondisi pandemi yang tidak bisa kita hindarkan. 

Selaku Ketua KONI Sumbar, Abien akan tetap melakukan evaluasi ke depannya terkait kinerja serta prestasi Sumbar untuk gelaran olahraga selanjutnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved