Breaking News:

Naik Pesawat Wajib Pakai PCR, GM PT Angkasa Pura BIM: Hanya Khusus ke Daerah Jawa dan Bali

Pemerintah mewajibkan hasil tes PCR negatif sebagai syarat mutlak bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan pesawat.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.HUMAS PT SEMEN PADANG
Ilustrasi: Semen Padang Hospital (SPH) kembali memberlakukan harga baru untuk tes swab PCR mandiri atau komersial 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah mewajibkan hasil tes PCR negatif sebagai syarat mutlak bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan pesawat.

Plt GM PT Angkasa Pura Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Imamura Ginting mengatakan aturan itu khusus untuk penumpang yang akan bepergian ke daerah Jawa dan Bali.

"Kalau selama ini kita di BIM sudah mewajibkan penumpang pakai PCR, untuk ke daerah khusus Jawa dan Bali. Itu sesuai dengan edaran Satgas Covid-19 dan Menteri Perhubungan yang baru," kata Imamura Ginting, Jumat (22/10/2021).

Sementara, tes antigen berlaku hanya untuk penumpang tujuan Kualanamu dan Batam serta daerah di luar Jawa Bali yang menerapkan PPKM Level II.

Ia menegaskan BIM masih menerapkan aturan yang lama.

Baca juga: Alasan Perjalanan Domestik Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Tujuan Jawa Bali Wajib Tunjukkan 2 Dokumen

Baca juga: Naik Pesawat Wajib Pakai PCR, Wagub Audy: dari Dulu Sumbar Sudah Pakai PCR bukan Antigen

Akan tetapi, sebelumnya anak umur 12 tahun ke bawah dilarang berangkat kecuali kepentingan mendadak.

"Sekarang sudah diperbolehkan namun ada yang mendampingi orang tua atau wali. Persyaratannya masih sama, harus di PCR, tidak perlu divaksin," ujarnya.

"Anak 12 tahun ke bawah harus di PCR kalau mau ke Jakarta, kalau mau ke Batam cukup antigen," sambung Imamura Ginting.

Soal harga PCR, sejauh ini yang ia ketahui ada paket yang dijual maskapai.

"Ketika beli tiket di salah satu maskapai, biasanya maskapai sudah bekerja sama dengan klinik yang ditunjuk dan penumpang akan mendapatkan harga berbeda dengan yang umum," ujarnya.

Meski biaya beragam, tapi harga masih di bawah harga umum. Itu bentuk pelayanan maskapai ke calon penumpang.

Tangkapan layar suasana Bandara Internasional Minangkabau di hari terakhir larangan mudik, Senin (17/5/2021)
Tangkapan layar suasana Bandara Internasional Minangkabau di hari terakhir larangan mudik, Senin (17/5/2021) (Tangkap Layar/TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

Baca juga: Alasan Perjalanan Domestik Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Tujuan Jawa Bali Wajib Tunjukkan 2 Dokumen

Terkait ada oknum yang bermain terkait biaya tes PCR, Imamura Ginting menyampaikan hal itu sulit dilakukan sebab harga itu sudah dibuat oleh masing-masing klinik atau laboratorium.

"Jika ada oknum yang bermain pasti sulit, kecuali penumpang tidak paham, tapi maskapai terus melakukan sosialisasi," terangnya.

Jika ada penumpang yang memilih melakukan tes PCR dengan laboratorium atau klinik diluar yang sudah ditunjuk maskapai, menurut Imamura Ginting itu sah-sah saja.

Asalkan klinik atau lab itu memasukkan data ke New All Record (NAR). NAR nanti  yang akan menginput hasil pemeriksaan ke aplikasi PeduliLindungi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved