Breaking News:

Semen Padang FC

Hasil Sidang Komdis PSSI, Kabau Sirah Harus Bayar Denda Rp 30 Juta Akibat Pelanggaran Tingkah Laku

Semen Padang FC harus menerima sanksi dari Komisi disiplin (Komdis) PSSI akibat jenis pelanggaran tingkah laku burik tim.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
PSSI.ORG   
PSSI.ORG    

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Semen Padang FC harus menerima sanksi dari Komisi disiplin (Komdis) PSSI akibat jenis pelanggaran tingkah laku buruk tim.

Pelanggaran ini tercatat pada saat Kabau Sirah menjalani laga perdana Grup A 2021 menghadapi PSPS Riau (6/10/2021).

Semen Padang FC dinilai melanggar regulasi Liga 2 tahun 2021, hal ini tertuang dalam Surat Keputusan bernomor  007/L2/Sk/KD-PSSI/X/2021.

Baca juga: Menang Tipis 1-0 atas Babel United, Pemain Semen Padang FC Mario Abekob: Seharusnya Menang 3 Gol

Baca juga: Semen Padang FC Raih Kemenangan Perdana Berkat Gol Tunggal Mario Aibekob, Saya Bersyukur

Kabau sirah dianggap telah melakukan keterlambatan kick off pada laga perdana tersebut sehingga harus membayar denda sebesar Rp 30 juta.

Dilansir dari pssi.org menurut Ketua Komdis Erwin Tobing di Liga 1 ada 12 kasus dengan klasifikasi berbeda-beda. Untuk tingkah laku buruk pemain terkait fair play (kartu merah langsung) ada dua kasus.

Untuk tingkah laku buruk tim di mana ada keterlambatan kick off ada lima kasus. Kemudian tiga kasus ketika satu pertandingan mendapatkan lima kartu kuning atau lebih. Dan terakhir tamu VIP yang masuk ke ruang ganti pemain ada satu kasus.

Baca juga: Kemenangan Perdana Semen Padang FC di Liga 2 2021, Gol Mario Jadi Juru Selamat Kabau Sirah 

Baca juga: UPDATE Semen Padang FC vs Babel United - Kabau Sirah Mengalami Kebuntuan, Imbang hingga Turun Minum

Baca juga: Link Nonton Semen Padang FC vs Babel United di Ponsel, Weliansyah Sebut Sudah Evaluasi Tim

"Jadi total pelanggaran sejak 8 September hingga 9 Oktober adalah 12 kasus. Ini belum termasuk Liga 2,’’ ujar Erwin.

Erwin melanjutkan untuk Liga 2 ada 14 kasus sejak 1 Oktober hingga 17 Oktober. Rincianya adalah satu kasus karena mendiskriditkan keputusan PSSI (tingkah laku buruk ofisial).

Melanggar fair play (rasis kepada perangkat pertandingan) sebanyak 1 kasus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved