PON Papua 2021

Nur Rahimah Raih Medali Perunggu Tarung Derajat, Gadis Kota Padang Panjang Pertama Kali Ikuti PON

Nur Rahimah atlet Cabang Olahraga (Cabor) tarung derajat Sumatera Barat (Sumbar) berhasil meraih medali perunggu di gelaran PON XX Papua 2021.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Emil Mahmud
ISIMEWA/DOK.WA PRIBADI
Rahimah sedang mendapatkan pengalungan medali pada gelaran PON XX Papua 2021 

TRIBUNPADANG.COM,PADANG -  Nur Rahimah atlet Cabang Olahraga (Cabor) Tarung Derajat Sumatera Barat (Sumbar_ berhasil meraih medali perunggu di gelaran PON XX Papua 2021.

Raihan ini adalah momen penting bagi Rahimah sapaan akrabnya sebagai seorang petarung putri Tuah Sakato. Hal tersebut tidak lepas dari debutnya sebagai seorang petarung di gelaran mulit event 4 tahunan ini.

PON Papua bagi Rahimah merupakan kali pertama wanita kelahiran 24 tahun silam itu mengikuti gelaran olahraga tingkat nasional.

Turun di kelas 50 Kg, perempuan, yang belum menikah itu terhenti di babak semifinal saat menghadapi petarung Jawa Tengah (Jateng) dan harus puas mendapatkan medali perunggu untuk gelaran PON perdananya.

Capaian itu terus terang saja membuat Rahimah sangat bangga karena PON adalah muara untuknya berprestasi sebagai seorang petarung.

Kendati berhasil menambah pundi-pundi medali Tuah Sakato, petarung kelahiran Kota Padang Pnjang itu mengakui bahwa dirinya masih  minim dalam melakukan persiapan untuk  gelaran PON kali ini.

“Kami persiapan hanya lebih dari 3 bulan, sedangkan daerah lain melakukan persiapan hingga bertahun-tahun hal ini jadi kurang efektif karena masih ada beberapa teknik yang masih belum matang secara persiapan untuk pertandingan,” ucap anak kedua dari 5 bersaudara itu.

Diluar persiapan yang belum matang tersebut, Rahimah juga mengutarakan bahwa faktor keberuntungan tentu tetap berpengaruh dalam sebuah pertandingan.

Rahimah sendiri fokus menekuni tarung derajat sejak 2014 silam, sebelumnya Rahimmah adalah seorang Taekwondoin semasa masih duduk  di bangku SMP.

“Saya memang suka bela diri, awalnya karena waktu SMP ektrakulikuler yang menarik perhatian adalah taekwondo jadi fokus bela diri itu awalnya,” ujar Rahimah saat dihubungi via telepon Rabu (13/10/2021).

Kegemaran perempuan yang memiliki 2 saudara laki-laki itu ternyata berbuah hasil, sejak SMP Rahimah sudah mengikuti kejuaraan taekwondo di Medan pada tahun 2013.

Namun kejuaraan pertamanya sebagai Taekwondoin itu juga jadi yang terakhir, tatkala pelatihnya sudah memiliki kesibukan lain. Karena sudah terlanjur jatuh hati dengan bela diri peraih medali emas Porprov Padang Pariaman 2018, yang lalu beralih dari taekwondo ke dtaraung derajat.

“Hanya selang satu bulan setelah tidak ada latihan  taekwondo, ternyata  ada suami dari  teman ibu saya  pelatih tarung derajar dan saya dititipkan untuk latihan di sana,” ucap wanita yang memilik 2 saudara perempuan itu.

Perempuan yang sempat  sempat menkuni olahraga atletik ini juga sangat disupport oleh kedua  orang tuanya, bahkan kemanapun Rahimah pergi lomba selalu diiringi doa restu oleh orang tuanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved