Semen Padang FC

Bola Mati Kembali Jadi Masalah Semen Padang FC, Kali Ini Berhasil Dimanfaatkan PSMS Medan  

Semen Padang FC kembali harus merelakan target 3 poin pada laga lanjutan Grup A Liga 2 musim 2021, Kamis (14/10/2021).

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
WAG Media Officer SPFC
Pemain Semen Padang FC sedang melakukan uji coba lapangan di Stadion Jakabaring, Senin (4/10/2021) 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG– Semen Padang FC kembali gagal meraih 3 poin pada laga lanjutan Grup A Liga 2 musim 2021, Kamis (14/10/2021).

Bertindak sebagai tim tamu di Stadion Jakabaring Palembang, Dedi Gusmawan CS harus rela berbagi poin dengan PSMS Medan.

Menggunakan jersey kebanggaannya (merah-merah), Semen Padang Fc langsung mendominasi pada 5 menit awal pertandingan melalui permainan bola-bola pendek.

Baca juga: Semen Padang FC Tahan Imbang PSMS Medan, Ayam Kinantan Gagal Salip Sriwijaya FC: Klasemen Grup A

Baca juga: Selain Tri Rahmad Priadi, Semen Padang FC Dipastikan Tanpa Ricky Ohorella Menghadapi PSMS Medan

Laga yang dipimpin oleh Axel Febrian Sinaga itu berjalan sangat keras.

Buktinya, baru 2 menit waktu berjalan M Fahri gelandang bertahan Kabau Sirah sudah dihadiahi kartu kuning saat menghentikan serangan balik  cepat pemain PSMS Medan.

Semen Padang FC juga sempat dikejutkan dengan gol indah Rachmad Hidayat pada menit 14.

Lagi-lagi gol tersebut berasal dari situasi bola mati, setelah M Fahri melakukan pelanggaran di sisi kiri pertahanan SPFC.

Bertindak sebagai algojo, Rachmat Hidayat tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Tendangannya menghujam deras menuju sisi kiri gawang SPFC yang dikawal Iqbal Bachtiar.

Sehingga membuat PSMS unggul lebih dulu dari Semen Padang Fc 1-0.

Permainan terus berjalan cepat, pressing ketat pemain PSMS yang dikomandoi I Gede Sukadana berhasil membuat Manda Cingi sulit mengembangkan permainan dari kaki ke kaki.

Banyak mengandalkan bola panjang langsung ke dua penyerang sayap mambuat Manda dan Fahri harus bekerja keras dalam mengantisipasi bola serangan balik cepat PSMS.

Sering mendapatkan counter attack membuat Manda Cingi harus dihadiahi kartu kuning pada menit 27.

Terus berusaha mengejar ketinggalan, Kabau Sirah berhasil menyamakan kedudukan pada menit 29 melalui sundulan Rocky, setelah memanfaatkan umpan crossing Aulia Hidayat dari sisi kiri pertahanan PSMS.

Sundulan mematikan Rocky tersebut menjadi gol keduanya musim ini setelah dikontrak Semen Padang di Liga 2.

Setelah menciptakan gol penyama, pertandingan kembali berjalan menarik dengan jual beli serangan dari kedua tim.

Wasit tengah Axel sangat tegas dalam menindak pelanggaran di laga kali ini pada kedua tim yang berlaga.

Setelah kartu kuning Manda, hanya selang 5 menit I Gede Sukadana melakukan tackle dua kaki yang nyaris mengenai Manda.

Beruntung mantan pemain Sriwijaya FC ini berhasil mengalahkannya, namun Manda sempat protes melihat perlakuan tersebut.

I Gede Sukadana yang terpancing emosi akibat protes Manda padanya malah melakukan tandukan pada Manda yang menyebabkan dirinya langsung dihadiahi kartu merah pada menit 32.

PSMS harus rela bermain dengan 10 pemain hingga pertandingan berakhir sejak kartu merah yang di terima I Gede Sukadana.

Bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama ternyata tidak begitu menguntungkan Semen Padang, hingga turun minum .

Memasuki babak kedua Semen Padang memasukan Rudi Doang, pemain senior ini diplot oleh Weliansyah untuk menggantikan M Fahri yang sudah mendapatkan kartu kuning di babak pertama.

Memasukan Rudi, membuat Manda harus bermain sebagai gelandang bertahan untuk menjaga kesimbangan.

Usaha tersebut masih belum membuat Dedi Gusmawan Cs berhasil menambah keunggulan, situasi kekurangan pemain malah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Anshari Lubis pelatih PSMS.

Bukannya gentar Ansyari Lubis malah terus merepotkan SPFC dengan mengandalkan serangan balik cepat.

Hal ini terbukti di awal babak kedua, melalui sekali lagi bola mati anak asuh Ansyari Lubis berhasil memanfaatkannya.

Kali ini tendangan Ilham Fathoni yang meluncur deras ke gawang Iqbal Bachtiar, tendangan tersebut sempat ditepis Iqbal namun bola liar berhasil disambar pemain senior PSMS Joko Susilo untuk menggandakan keunggulan.

Skor 2-1 untuk keunggulan PSMS meski hanya bermain dengan 10 orang.

Tidak puas dengan keunggulan sementara itu, Ansyari Lubis kembali memasukan pemain bertipikal menyerang untuk menambah daya gedor PSMS.

Hal itu terbukti efektif, Weliansyah seperti kehabisan akal menanggapi permainan Ansyari Lubis.

Unggul jumlah pemain, Weliansyah malah kesulitan membongkar lini pertahanan PSMS.

Permainan bola pendek saat menghadapi Sriwijaya juga tidak terlihat walau unggul jumlah pemain.

Dedi Gusmawan CS seperti diburu waktu saat tertinggal selisih gol, permainan bola panjang yang diperagakan anak asuh Weliansyah seperti tidak mempan hingga meni 65.

Pada menit 66 Weliansyah baru mengambil langkah berani tatkala memasukan dua pemain bertipikal menyerang yaitu Aldino dan Sunarto.

Dua pemain sarat pengalaman ini masuk menggantikan Risman dan Krismon untuk bisa menambah kekuatan lini serang SPFC.

Memasukan dua pemain yang sudah matang dalam soal menyerang ternyata masih belum bisa membuat SPFC mengejar ketinggalan walau unggul jumlah pemain.

Meski dalam keadaan unggul jumlah pemain, serangan SPFC masih mudah dimentahkan oleh lini pertahanan PSMS yang dikawal Joko Susilo.

Menghadapi lawan dengan kompak defense yang disiplin, Weli kembali memasukan tenaga baru yaitu Rosad Maula dan Kalvin Wopi untuk menggantikan Vendri Mofu dan Aulia Hidayat.

Keberadaan Rosad dan Kevin Wopi sebenarnya tidak berpengaruh banyak pada kebutuhan tim untuk mengejar ketinggalan, beruntung saja umpan panjang Dedi Gusmawan ke tiang jauh Herlian Arif (kiper PSMS) berhasil disambar oleh Vivi Asrizal yang bebas dari pengawalan.

Gol yang terjadi pada menit 84 itu merupakan gol perdana Vivi di Liga 2 dan merupakan juru selamat bagi SPFC yang unggul jumlah pemain pada laga malam tadi.

Alhasil Semen Padang FC berhasil menahan imbang PSMS Medan yang bermain dominan meski hanya beranggotakan 10 orang sejak menit 32.

Hasil imbang tersebut masih disambut hangat oleh Weliansyah saat melakukan konferensi pers pada awak media.

Weli mengaku bersyukur atas hasil imbang yang diperoleh oleh anak asuhnya pada laga malam tadi.

“Kita syukuri bisa dapat hasil seri, saya juga acungkan jempol pada kerja keras anak-anak yang sudah bekerja keras hingga menit akhir,” ucap karyawan PT Semen Padang itu.

Ia juga mengumbar bahwa pada 2 pertandingan sisa putaran 1 grup A musim ini, ia akan lebih fokus lagi agar bisa menghasilkan poin.

Pada saat konferensi pers, pemain muda yang mencetak gol pada laga malam tadi Rocky Ephyfano juga mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya sudah bekerja keras pada laga malam tadi.

“Kita sudah bekerja keras sepanjang pertandingan namun keberuntungan masih belum berpihak pada tim kita,” ujar pemain yang sudah mencetak dua gol tersebut.

Kembali kebobolan melalui bola mati untuk yang keempat kalinya Weli juga menanggapi tentang hal tersebut.

“Kita selalu antisipasi keadaan bola mati, malah sudah kita lakukan review berulang kali. Namun hal tersebut masih terjadi, mungkin kita kan berikan perhatian khusus terkait hal tersebut,” paparnya.

Diketahui sejak pertandingan perdana Grup A Liga 2 musim ini, SPFC selalu kebobolan melalui bola mati. Baik itu saat menghadapi PSPS Riau di partai perdana dengan hasil imbang maupun waktu menelan kekalahan Melawan Sriwijaya Fc.

Akibat gol tendangan bebas tersebut juga pada partai menghadapi PSMS, Semen Padang Fc harus rela berbagi angka. Tendangan bola mati yang akhirnya bersarang ke gawang SPFC hingga pertandingan malam tadi semuanya juga berasal dari daerah yang sama sisi kiri pertahanan Kabau Sirah.

Semoga saja melalui 4 kali kebobolan lewat tendangan bebas bisa jadi bahan pelajarn bagi Weliansyah pada pertandingan selanjutnya.

Susunan pemain Semen Padang Fc (Merah-merah)

Formasi : 4-2-3-1

Pelatih : Weliansyah

Kiper : Achmad Iqbal Bachtiar

Belakang : Dedi Gusmawan, Feri Sistianto, Risman Maidulla dan Aulia Hidayat.

Tengah Manda Cingi, M Fahri, Krismon Gustaf Wombaibao, Vendri Mofu dan Vivi Asrizal

Formasi : 5-4-1

Pelatih: Ansyari Lubis

Depan : Serdhy Ephyfano Rocky

Susunan Pemain PSMS Medang (Hijau-hijau)

Kiper : Herlian Arif Laksono

Belakang : Joko Susilo, Al Amin Syukur Fisabilillah, Syaiful Ramadhan (C), Wiganda Pradika dan Yudhi Adytia Pratama

Tengah : I Gede Sukadana, Ichsan Pratama , Rachmat Hidayat dan Yohanis Nabar

Depan : Ilham Fathoni

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved