Sumbar Siaga Darurat Bencana

Sumbar Siaga Darurat Bencana, Inilah Daerah Rawan Banjir dan Tanah Bergerak Hasil Pemetaan BPBD

"Status siaga darurat bencana sudah ditetapkan. Kabupaten dan kota rawan bencana itu diminta meningkatkan mitigasi," kata Rumainur

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/WahyuBahar
Proses evakuasi korban tertimbun longsor di Pasie Laweh, Lubuk Alung Padang Pariaman, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Saat musim hujan tiba, daerah-daerah di Sumbar rawan bencana.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur mengatakan meningkatnya intensitas hujan perlu dibarengi kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana.

"Status siaga darurat bencana sudah ditetapkan. Kabupaten dan kota rawan bencana itu diminta meningkatkan mitigasi," kata Rumainur, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Sumbar Siaga Darurat Bencana hingga Desember 2021, BPBD Siapkan Sumber Daya hingga Logistik

Baca juga: INFO BMKG: Cuaca Sumbar Cerah hingga Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan di Pesisir Selatan

Tak hanya daerah yang rawan bencana, Rumainur meminta seluruh daerah di Sumbar siap siaga.

Rumainur menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah yang berpotensi mengalami banjir Oktober hingga November 2021 ini.

Dari 19 kabupaten kota yang ada di Sumbar, ujarnya, ada empat daerah yang berpotensi tinggi terjadi banjir.

Yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Solok Selatan.
Sementara semua kabupaten kota di Sumbar kecuali Kota Pariaman berpotensi terjadi banjir dengan skala menengah.

Selanjutnya November mendatang, daerah yang berpotensi tinggi terjadi banjir yaitu Kota Padang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Padang Pariaman.

"Daerah yang berpotensi mengalami banjir skala menengah juga semua daerah, kecuali Pariaman. Ada daerah yang berpotensi rendah terjadi banjir yakni Sijunjung," tutur Rumainur.

Selain itu, pihaknya juga telah memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami bencana pergerakan tanah.

Rumainur menjelaskan, potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah, sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Adapun daerah yang dimaksud Kabupaten Agam, Dharmasraya, Bukittinggi, Padang, Sawahlunto, Solok, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kota Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, Padang Panjang, dan Kota Pariaman.

Sementara, daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Daerah yang berpotensi ialah Kabupaten Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, Padang, Sawahlunto, Solok, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kota Solok, Solok Selatan, dan Tanah Datar.

Rumainur menegaskan, Sumbar termasuk ke dalam daerah Non Zom, wilayah yang tidak mempunyai batas yang jelas antara periode musim hujan dan musim kemarau.

"Karena itu perlu disiapkan segala kemungkinan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Rumainur. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved