Breaking News:

Peluncuran dan Bedah Buku Tandai Seremoni Purna Bakti Dr Lindayanti, M Hum, Dosen Ilmu Sejarah Unand

Peluncuran dan bedah buku, semuanya ATAS KEHENDAK ALLAH YANG MAHA KUASA: Dr Lindayanti, M.Hum, Diantara Guru, Sahabat, dan Murid p

Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/EMIL MAHMUD
Peluncuran dan bedah buku, semuanya ATAS KEHENDAK ALLAH YANG MAHA KUASA: Dr Lindayanti, M.Hum, Diantara Guru, Sahabat, dan Murid pada Senin (11/10/2021) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand), Kampus Limau Manis, Kota Padang, Provinsi Sumbar. 

Menurut Prof Herwandi, Dr Lindayanti adalah seorang guru yang hebat. Karena, secara akademik, saat ini sudah sangat banyak mahasiswa beliau, dengan pencapaian akademik tertinggi.

Hal senada juga dikatakan Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unand, Zulqaiyyim. Dia mengungkapkan, Lindayanti yang merupakan pengampu mata kuliah Metode Sejarah, Bahasa Belanda dan Kearsipan, merupakan dosen generasi pertama sejak jurusan ini didirikan.

Sementara, Ketua Pelaksana Peluncuran dan Bedah Buku, Fajar Rusvan mengutip pendapat Imam Syafii tentang pencari ilmu yang harus memenuhi enam kriteria yaitu kecerdasan, semangat, sungguh-sungguh, berkecukupan, bersahabat (belajar) dengan ustaz dan membutuhkan waktu yang lama.

Baca juga: Fakultas Ilmu Budaya Unand Berduka, Doktor Gusdi Sastra Meninggal Dunia di RSUP M Djamil Padang

Peluncuran dan bedah buku, semuanya ATAS KEHENDAK ALLAH YANG MAHA KUASA: Dr Lindayanti, M.Hum, Diantara Guru, Sahabat, dan Murid pada Senin (11/10/2021) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand), Kampus Limau Manis, Kota Padang, Provinsi Sumbar.
Peluncuran dan bedah buku, semuanya ATAS KEHENDAK ALLAH YANG MAHA KUASA: Dr Lindayanti, M.Hum, Diantara Guru, Sahabat, dan Murid pada Senin (11/10/2021) di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Andalas (Unand), Kampus Limau Manis, Kota Padang, Provinsi Sumbar. (TRIBUNPADANG.COM/EMIL MAHMUD)

Awal Mula ke Sumatera Barat

Lindayanti dalam sambutannya, mengungkapkan kisah perjalanan hidupnya hingga jadi tenaga dosen di Unand. Menurutnya, saat ditugaskan jadi tenaga dosen ke Unand di masa Orde Baru, dirinya hanya mengenal dua nama yang terkait dengan Sumatera Barat yaitu Mestika Zed dan Intizham Jamil.

Selain itu, Kota Padang juga merupakan kota yang asing bagi Lindayanti. Sesampainya di Unand, juga langsung ditugasi untuk mengampu mata kuliah Sejarah Minangkabau.

"Beruntung saya pernah membaca-baca sejarah Minangkabau sebelum berangkat ke Padang di Perpustakaan Islam di Jalan Mangkubumi Yogyakarta. Di perpustakaan inilah, saya berkenalan dengan orang Minang lainnya, yakni Zaiyardam Zubir," kisah Lindayanti tentang perkenalannya dengan Zaiyardam Zubir, satu di anatara editor buku lainnya. (TribunPadang.com/Emil Mahmud)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved