Webinar BPNB dan MSI Sumbar: Jalur Rempah Internasional Ajang Pertukaran Ilmu, Budaya, dan Agama

Jalur rempah bukan semata perdagangan rempah-rempah yang bersumber dari nusantara, melainkan juga pertukaran ilmu, budaya, dan agama.

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.HUMAS MSI SUMBAR
Suasana saat pelaksanaan Webinar Jalur Rempah Internasional, yang diselenggarakan oleh Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat (Sumbar) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sumbar, Sabtu (9/10/2021). Terlihat di layar Kepala BPNB Sumbar, Undri menyampaikan sambutan di antara ratusan partisipan yang hadir dalam seminar secara virtual dengan nara sumber yang kompeten di bidangnya, satu di antaranya Prof Azyumardi Azra. 

“Peran penting orang Melayu dalam memacu perkembangan kota-kota pelabuhan di jalur rempah Nusantara, khususnya Makassar dan Bima,” ujar Abd Rahman Hamid.

Sosialisasi Jalur Rempah

Pada sesi awal saat sambutan Kepala BPNB Sumbar Undri mengemukakan bahwa kegiatan webinar internasional Jalur Rempah merupakan salah satu usaha untuk mensosialisasikan kegiatan jalur rempah sebagai program perioritas dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek RI.

"Utamanya, memperkenalkan jalur rempah baik aspek sejarah, budaya dan aspek lainnya, serta usaha langkah untuk mewujudkan jalur rempah dapat diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO," ujar Undri.

Sebelumnya, alumnus Sejarah Unand ini mengemukakan, perlu untuk menelusuri jalur rempah, baik dari aspek sejarah dan budaya.

“Manfaat yang didapatkan, selain memperkenalkan rempah untuk pemajuan kebudayaan juga kedepannya dengan potensi yang kita miliki dapat mengangkat harkat, martabat, jati diri serta kesejahterahan masyarakat kita,” ujar Undri.

Undri menambahkan, bahwa agenda kali ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan festival dan muhibah jalur rempah, yang salah satu titiknya yakni di Provinsi Sumatera Barat.

“Sebagai lembaga dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, BPNB Sumatera Barat memiliki tugas dalam mengemban amanah dalam memajukan kebudayaan yang sesuai dengan UU nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” papar Undri.

Pihaknya berharap melalui kegiatan webinar ini mengangkat dan merekonstruksi kembali potensi yang berkenaan dengan jalur rempah, baik dari aspek sejarah dan budaya.

“Selain memperkenalkan rempah untuk pemajuan kebudayaan juga kedepannya dengan potensi yang kita miliki dapat mengangkat harkat, martabat, jati diri serta kesejahterahan masyarakat kita,” ujar Undri.

Hingga saat ini lanjutnya dengan memperkenalkan komoditas rempah, serta dapat memperbaiki tata niaga komoditas pertanian produk lokal mendunia.

“Hal ini dapat terwujud bila akar sejarah dan budaya dalam tata niaga komoditas pertanian teridentifikasi, serta digerakkan dengan kearifan lokal yang kita miliki serta telah berurat berakar dalam kehidupan masyarakat kita,” ungkap Undri.

Terpisah, Ketua MSI Cabang Sumbar Wannofri Samry menegaskan bahwa program kerjasama antar MSI dan BPNB Sumbar, juga bahagian dari  dukungan kepada kemendikbud guna memperjuangkan jalur rempah sebagai satu warisan dunia.

"Bagi bangsa-bangsa di nusantara, Indonesia khususnya, lebih khusus lagi Minangkabau," paparnya. 

Webinar kali ini merupakan bahagian dari kegiatan MSI Sumbar dan BPNB Sumbar dalam rangka untuk mendukung program Kemendikbud untuk merevitalisasi jalur rempah yang dulu pernah jaya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved