Breaking News:

Kunci Jawaban Tematik

Pahami Perbedaan Grasi, Rehabilitasi, Amnesti, dan Abolisi, Berikut Contoh Berupa Kasus

Sebagai kepala negara dan kepala Pemerintahan, Presiden juga memiliki hak istimewa atau hak ekslusif yang melekat padanya atau yang biasa disebut hak

Editor: Emil Mahmud
KOMPAS.con/CYNTHIA LOVA
Ilustrasi: Sidang di Pengadilan Negeri. 

Rehabilitasi

Istilah Rehabilitasi dapat ditemukan di Pasal 1 angka 23 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Rehabilitasi adalah hak seorang untuk mendapat pemulihan haknya dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, penuntutan atau peradilan karena ditangkap, ditahan, dituntut ataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini."

Rehabilitasi diberikan kepada terpidana yang telah mendapatkan kepastian hukuman dan menjalani masa pidana, tetapi ternyata kemudian dinyatakan tidak bersalah.

Rehabilitasi diatur di dalam Pasal 14 Ayat (2) UUD 1945.

Presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR dalam pemberian rehabilitasi.

  • Contoh Rehabilitasi:

Presiden Abdurrahman Wahid, Preisden Keempat Indonesia mengeluarkan Keputusan Preisden Nomor 142 tahun 2000 tentang pemberian rehabilitasi kepada Nurdin AR dalam kasus tindak pidana subversif setelah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung dan Menteri Hukum dan Perundang-undangan untuk memperkokoh hak asasi manusia dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Hanyut Saat Menjaring Ikan di Pesisir Selatan, Dilanjutkan Rabu

Amnesti

M. Marwan dan Jimmy dalam buku Kamus Hukum menjelaskan, amnesti adalah pernyataan umum yang diterbitkan melalui atau dengan UU tentang pencabutan semua akibat dari pemindanaan suatu perbuatan pidada tertentu atau satu kelompok perbuatan pidana.

Menurut teori, amnesti diartikan sebagai bentuk kebijakan politis presiden dalam merespons opini masyarakat dan menjaga kepentingan negara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved