PON Papua 2021

Sempat Take Off Sempurna, Atlet Gantole Sumbar Nyaris Celaka Saat Mendarat di PON Papua 2021

Setidaknya dalam dua kali perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON), Jalul, sapaan akrab Rijalul mengalami nasib sial.

Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
istimewa
Rijalul Fathani menabrak pedok panitia saat hendak mendarat di ajang PON Papua 2021 Rabu (29/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Nasib kurang beruntung kembali dialami atlet Gantole Sumatera Barat, Rijalul Fathani.

Setidaknya dalam dua kali perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON), Jalul, sapaan akrab Rijalul mengalami nasib sial.

Di PON Jabar 2016 lalu, Rijalul sempat hilang tersedot awan saat pertandingan Cross Country.

Baca juga: Raih Emas Pertama di PON Papua 2021, Gubernur Sumbar Berterima Kasih ke Atlet Cabor Gantole

Baca juga: Sumbar Raih Emas Pertama di PON Papua 2021, Disumbangkan NSR Yalatif dari Cabor Gantole

Tahun ini di PON Papua, Jalul nyaris celaka hingga memutuskan mendarat darurat di salah satu pedok panitia.

Detik-detik pendaratan darurat tersebut tak luput pantauan lapangan tim Humas dan IT KONI Sumbar pada pertandingan kedelapan atau partai terakhir kelas Ketepatan Mendarat Perorangan, di Lapangan Advent, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/9/2021).

Tampil di kelas A dengan kondisi angin yang terlalu kencang, Rijalul awalnya take off dengan sempurna.

Hanya saja, tekanan angin tiba-tiba berubah ketika akan mendarat.

Jalul sebenarnya berusaha mengulur waktu pendaratan, hal yang lumrah dilakukan ketika tekanan udara membahayakan pendaratan.

Hanya saja, sebelum melakukan itu, Jalul seakan dihantam angin sehingga kehilangan keseimbangan.

Saat dihantam angin, Rijalul  sulit mengarahkan gantolenya ke landasan landing.

Kesulitan mencari lokasi pendaratan darurat, Jalul akhirnya memutuskan mendarat di Pedok panitia yang tak jauh berada di titik pendaratan sesungguhnya.

Baca juga: PON XX Papua 2021: Cabor Gantole Sumbar Sisakan Tiga Ronde Lagi di Kategori Ketepatan Mendarat

Beruntung, Jalul bisa memaksakan posisi di samping kiri atap Pedok.

Pasalnya, jika salah-salah mendarat kemungkinan akan mengalami masalah serius, sebab ujung Pedok melancip dan sangat tajam.

"Alhamdulillah saya selamat. Tidak ada masalah serius," ujar Jalul.

Ia mengaku bersyukur Gantolenya tidak robek dan masih bisa digunakan untuk pertandingan selanjutnya.

"Gantole aman, tidak robek," cetusnya.

Jalul menambahkan, masalah angin menjadi sisi non teknis yang sangat berpengaruh pada cabang olahraga Gantole.

"Meski dari teknis kita sudah sangat siap, tapi bisa buyar jika berhadapan dengan cuaca yang tidak bagus," ulasnya.(*)  

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved