Berita Chelsea

PREVIEW Chelsea vs Manchester City: Mimpi Buruk Pep Guardiola, Ternyata Juru Taktik Thomas Tuchel

JURU Taktik dua tim raksasa Liga Inggris, sekaligus pembesut tim Manchester City dan Thomas Tuchel masing-masing akan jumpa dalam laga hebat atau Big

Editor: Emil Mahmud
TWITTER.COM/MANUTDMEN
Pep Guardiola terlibat perselisihan dengan Ole Gunnar Solskjaer dalam laga Derbi Manchester pada Minggu (7/3/2021) malam WIB. 

Tuchel berhasil mementahkan strategi Pep Guardiola dengan menutup rapat lini tengah menggunakan skema 3-4-3.

Pelatih berusia 48 tahun itu juga menggunakan taktik man marking yang agresif.

Taktik ini sengaja dipilih Tuchel karena ia ingin para pemain Chelsea terus bergerak menempel lawan ketika memasuki area tengah.

Hal itulah yang membuat City kewalahan menembus pertahan The Blues dan tak mampu mencetak satu gol pun selama dua babak.

Baca juga: Manchester United, Manchester City, Chelsea, dan Liverpool Bakal Kuasai Premier League 2021-2022

Bek Chelsea, Antonio Rudiger berbincang dengan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel.
Bek Chelsea, Antonio Rudiger berbincang dengan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel. (football.london)

Cara Tuchel menyerang adalah dengan menarik Mason Mount sedikit ke belakang, serta membiarkan Werner dan Havertz bergerak bebas mencari celah pertahanan City yang sibuk menyerang.

Hasilnya, Chelsea berhasil mencuri gol lewat kaki Kai Havertz yang bergerak ke tengah menyambut umpan Mason Mount dari sisi kiri.

Skor tipis 1-0 sukses membawa Chelsea menjuarai Si Kuping Besar, dan City lagi-lagi harus mengubur impiannya untuk meraih gelar Liga Champions pertama mereka.

Saat ini, skuat yang dimiliki The Blues juga semakin lengkap, jika di pertemuan terakhir mereka tidak memakai striker murni, sekarang Chelsea sudah memiliki Lukaku yang kualitasnya tak perlu dipertanyakan.

Itu membuat Tuchel mampu mengembangkan skema 3 beknya menjadi lebih agresif, dengan hadirnya Lukaku, pola yang awalnya berbentuk 3-4-3 dapat berubah menjadi 3-4-2-1 dengan menaruh Lukaku sebagai pemain no 9.

Ditopang oleh pemain kreatif dan cepet seperti, Mount, Havertz, Pulisic dan Ziyech. Hasilnya pun terbukti, Lukaku berhasil menjadi top skor Chelsea musim ini dengan torehan 4 gol dari 6 pertandingan.

Sedangkan City, mereka hanya mendapatkan Jack Grealish yang lebih dioptimalkan di sisi kiri penyerangan, misi City untuk mendapatkan striker murni harus gagal, karena Harry Kane kembali memperkuat Spurs.

Meskipun begitu, Pep mampu mengakali hal tersebut dengan kecerdasan dia dalam meracik strategi.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola (kanan), berbicara dengan Raheem Sterling
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola (kanan), berbicara dengan Raheem Sterling (TWITTER.COM/BBCSPORT)

Bermain tanpa striker murni, Pep memilih untuk menumpuk pemainnya di lini tengah.

Dengan cara menarik bek kanan mereka ke tengah saat membangun serangan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved