Breaking News:

PNS Pemko Bukittinggi Serentak Ganti Foto Profil Medsos, Pajang Gambar Wali Kota Erman Safar

Ramai-ramai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Bukittinggi mengganti foto profil media sosial mereka dengan gambar Wali Kota Erman Safar.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Istimewa
Gambar Wali Kota Bukittinggi Erman Safar yang ramai digunakan PNS sebagai foto profil medsos. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ramai-ramai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Bukittinggi mengganti foto profil media sosial mereka dengan gambar Wali Kota Erman Safar.

Pada gambar tersebut terdapat tulisan "Tidak loyal adalah bibit seorang pengkhianat."

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdako Bukittinggi, Yulman turut mengganti foto profil whatsapp-nya dengan gambar orang nomor satu di kota itu.

Baca juga: Hari Ini Atlet Sumbar Mulai Bertanding di PON Papua 2021, Cabor Gantole jadi Pembuka

"Tujuannya sekadar untuk menyatukan gerak dengan Pak Wali Kota dan penyemangat bagi ASN," kata Yulman saat dihubungi, Jumat (24/9/2021) pagi.

Menurut Yulman, gambar itu cukup bagus dan menarik.

Gambar itu dibuat oleh kreator yang ada di lingkungan Pemko Bukittinggi.

"Kreator di pemerintahan daerah itu banyak, bisa bikin semboyan untuk penyemangat kerja bagi ASN," terangnya.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 24 September 2021 Pagi, Sudah 88.988 Warga Terinfeksi Covid-19

Yulman menegaskan, pemasangan foto profil bergambar wali kota itu bukanlah instruksi.

Namun hanya keinginan dari masing-masing ASN.

"Semua ASN tidak diwajibkan memakai gambar itu. Ada yang tertarik, silakan, tujuannya untuk menyamakan persepsi saja, biar kompak," ujar Yulman.

Yulman mengakui tindakan para PNS tersebut memang menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: Update Kebakaran Pasar Kambang, Semua Armada Damkar Pesisir Selatan Dikerahkan ke Lokasi Kejadian

Akan tetapi menurutnya, hal itu ialah sikap yang wajar.

"Persepsi orang berbeda-beda, ada komentar positif dan negatif, namanya juga media sosial. Tapi kita ambil positifnya saja," tukas Yulman. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved