Breaking News:

Berita Sumbar Hari Ini

Konflik Agraria di Sumbar, Ini Tanggapan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan 

atusan mahasiswa dan petani menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (24/9/2021).

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Ratusan mahasiswa dan petani menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (24/9/2021).

Seorang perwakilan petani Januardi dalam orasinya menyebutkan, banyak permasalahan yang dialami oleh petani yang tidak terselesaikan oleh pemerintah seperti konflik agraria.

"Kita butuh keadilan bukan diadili. Tanah petani sudah diambil alih oleh pemerintah dengan dalih pembangunan," ujar Januardi.

Ia meminta pemerintah mempercepat konflik persengketaan agraria dan penguatan kebijakan agraria.

"Hentikan kriminalitas pada petani, laksanakan kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan, tingkatkan akses petani terhadap informasi dan teknologi," tuturnya.

Baca juga: Jeritan Hati Petani Sumbar pada Hari Tani Nasional: Jadi Buruh di Tanah Ulayat Sendiri

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal menanggapi tuntutan tersebut.

Ia mengakui yang paling banyak disampaikan mahasiswa dan petani ialah persoalan konflik agraria.

Di antaranya masyarakat Pasaman Barat menuntut PT LIN menyerahkan hak perkebunan plasma untuk masyarakat sebanyak 20 persen dari total lahan yang diolah perusahaan.

"Itu belum ada dialokasikan untuk masyarakat, setelah kami koordinasi dengan PT LIN, katanya mereka siap tapi ini adalah konflik antara ninik mamak di lapangan."

"Ini pun sudah kami sampaikan ke Dinas Perkebunan Pasaman Barat supaya diselesaikan," ungkap Syafrizal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved