Breaking News:

Tradisi Basapa di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman, Omzet Pedagang Kuliner Tradisional Jadi Meroket

Ramainya kunjungan peziarah ke makam Syekh Burhanuddin dalam Tradisi Basapa ternyata berdampak pada kenaikan omzet pedagang kuliner tradisional

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Terlihat seorang pedagang kuliner tradisional di Pasar Ulakan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar saat Tradisi Basapa, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Ramainya kunjungan peziarah ke makam Syekh Burhanuddin dalam Tradisi Basapa ternyata berdampak pada kenaikan omzet pedagang kuliner tradisional setempat.

Seorang pedagang kue tradisional, pinyaram dan juadah (kareh-kareh), Yulia (27) mengatakan bahwa saat Tradisi Basapa dagangannya biasanya laris terjual.

"Sebelum Pandemi, dalam 3 hari Basapa bisa meraup uang sebanyak Rp 15 juta," kata Yulia menjawab wartawan TribunPadang.com, Rabu (22/9/2021).

Kemudian, saat tradisi Basapa kali ini omzet yang ia Raup berdasarkan perkiraannya bisa mencapai Rp 10 Juta.

Pada masa tradisi Basapa 2021 kali ini, ia membawa sekitar 3.000 kue pinyaram, dan 3.000 juadah dari rumahnya ke Pasar Ulakan tersebut.

Yulia menjelaskan bahwa kue tradisional yang ia jual memang laris saat tradisi tersebut.

"Jemaah yang datang juga banyak dari luar daerah, dan ketika pulang mereka biasanya membawa oleh-oleh ke kampung yaitu kue pinyaram atau juadah," kata Yulia.

Ia mengaku sehari-hari berjualan jajanan tradisional tersebut di Pasar Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman.

Sebelumnya, ia juga punya banyak langganan, bahkan kata dia beberapa kali pejabat dari Kota Padang dan Padang Pariaman memesan kue tradisional dalam jumlah yang cukup banyak.

"Hal yang terakhir, seorang pejabat di Kota Padang memesan kue kami, untuk pesta pernikahan anaknya," imbuh dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved