Breaking News:

Longsor Susulan Kembali Terjadi di Nyiur Melambai Kecamatan Ranah Pesisir, Masih Banyak Tanah Retak

Setelah diterjang longsor jelang Maghrib Sabtu (18/9/2021) kemarin, Ujung Batu Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisi

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Mona Triana
BPBD Ranah Pesisir
Longsor Ujung Batu Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Sabtu (18/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Setelah diterjang longsor jelang Magrib Sabtu (18/9/2021) kemarin, Ujung Batu Nagari Nyiur Melambai Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan kembali terjadi longsor susulan sekitar pukul 21.00-22.00 WIB.

Longsor susulan ini masih berasal dari Bukit Air Tambang karena hujan intensitas tinggi yang belum kunjung reda.

Komandan Pos BPBD Ranah Pesisir Pessel, Novian Merius mengatakan setelah longsor pertama hujan tidak kunjung reda sehingga terjadi longsor susulan.

Baca juga: Longsor di Pesisir Selatan, Belasan Rumah Terdampak, BPBD Turunkan Personel

Baca juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Padang, BPBD Ingatkan Warga Jangan Berteduh di Bawah Pohon

Baca juga: Gempa 5,3 SR Guncang Sumbar, BPBD Agam Belum Terima Laporan Kerusakan

"Sejak siang hujan masih terus terjadi sehingga pada malam hari kembali longsor," ujarnya saat dihubungi Minggu pagi (19/9/2021).

Sampai saat ini menurut keterangan Novian saat ini sudah ada BPBD Pessel, TRC, TNI dan Babinkabtimas di lokasi.

"Satu alat berat juga sudah berada di lokasi longsor untuk membersihkan material yang ada," terangnya.

Baca juga: Bimtek Angkatan Ke-3 Berakhir, BPBD Sumbar Minta Peserta Jaga Nama Baik Jitu Pasna

Baca juga: BPBD Sumbar Gelar Bimtek Jitu Pasna 2021, Terdiri dari 8 Angkatan

Hingga pagi ini, ia menyampaikan untuk rumah yang rusak masih belum bisa di pastikan.

Pihaknya masih terus melakukan peninjauan karena ada longsor susulan pada malam hari.

"Kita lihat rumah yang rusak ringan karena ada longsor susulan statusnya jadi sedang, sehingga belum bisa kita informasikan secara rinci," bebernya.

Baca juga: 12 Orang Hanyut di Laut Padang Selama 2021, BPBD: 11 di Antaranya Meninggal Dunia

Baca juga: Permukaan Tanah Mengalami Penurunan, BPBD Padang Ungkapkan, 50 Persen Dikarenakan Sumur Bor

Baca juga: BPBD Padang Turunkan Tim Survei, Telusuri Penyebab Bencana Banjir di Koto Tangah

Sampai saat ini petugas baru mendata ada 8 rumah, 2 rusak ringan 2,rusak sedang dan 4 unit rumah rusak parah.

"Kita prediksi kerugian longsor ini lebih dari ratusan juta rupiah tapi nanti kita infokan lagi," ujarnya.

Sedangkan masyarakat setempat sejak sore kemarin sudah mengungsi ketempat yang lebih aman.

Kondisi terkini di lokasi kejadian menurut Novian pada pagi hari tadi masih gerimis.

"Kemungkinan akan terjadi lagi longsor susulan melihat cuaca dan banyaknya tanah retak di bukit air tambang," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved