Breaking News:

VIRAL Warga Tangkap Babi Hutan di Jalan Sitinjau Lauik, BKSDA Sumbar Sarankan Usir Kembali ke Hutan

Viral video seekor babi hutan ditangkap warga karena turun ke jalan Sitinjau Lauik, Padang. Babi hutan tersebut ditangkap mengunakan jaring.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
Tangkapan Layar Facebook
Tangkapan layar warga menangkap seekor babi hutan di jalan Sitinjau Lauik, Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Viral video seekor babi hutan ditangkap warga karena turun ke jalan Sitinjau Lauik, Padang.

Babi hutan tersebut ditangkap mengunakan jaring.

Video ini viral di media sosial setelah akun Facebook 'Ajo Rezal Koto Rankkampuangdadok' mengunggahnya beberapa hari lalu.

Baca juga: Semen Padang Kembali Gelar Webinar Covid-19, Dirut SPH Ingatkan Masyarakat untuk Patuhi Prokes

Pada postingan video, disebutkan warga mencoba untuk menangkap babi hutan ini.

Video berdurasi 13.51 menit itu sudah dibagikan sebanyak 3.890 kali di Facebook.

Babi hutan ini dapat ditangkap dan diikat oleh warga yang ada di lokasi kejadian.

Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, bawah peristiwa itu terjadi di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Baca juga: Hasil Olahan Daun Ketapang untuk Obat, Dapatkan 7 Maanfaat bagi Kesehatan Tubuh Manusia

"Terkait berita viral ini, semestinya tidak boleh diganggu Karena itu habitatnya babi hutan, dan babi hutannya juga tidak mengganggu manusia," kata Ardi Andono, Kamis (16/9/2021).

Ia mengatakan, belum mengetahui tujuan warga tersebut menangkap babi hutan itu.

"Perubahan prilaku babi karena banyak sampah sisa makanan dan masyarakat ngasih makanan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mengganggu babi hutan.

Baca juga: Viral Babi Hutan Ditangkap Sekawanan Orang, BKSDA Sumbar Duga di Sitinjau Laut, Jalan Padang-Solok

Kata dia, jangan diberi makan yang dapat merubah sifat serta perilaku alaminya.

Ia menyarankan, jika bertemu dengan babi hutan, alangkah baiknya diusir saja kembali ke hutan.

"Jika bertemu babi hutan, lebih baik untuk digiring kembali ke dalam hutan dengan bunyi-buntian seperti petasan atau meriam," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved