Breaking News:

Gubernur Sumbar Minta Bupati Wali Kota Gencarkan Vaksinasi dan Tegakkan Prokes di Masyarakat

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan kasus Covid-19 di Sumbar pada saat ini menurun, BOR Rumah Sakit turun dan angka kematian juga turun.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat ditemui, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan kasus Covid-19 di Sumbar pada saat ini menurun.

Tak hanya itu, angka kesembuhan meningkat, BOR Rumah Sakit turun dan angka kematian juga turun.

"Kondisi saat ini kasus Sumbar dan nasional sudah baik dan melandai, maka dalam hal ini harus tetap waspada," kata Mahyeldi saat Rakor Percepatan Vaksinasi se Sumbar, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Nelayan Kecil Diberdayakan Tangkap Ikan Tuna, DPP Padang: Hasil Sekali Melaut Bisa Tangkap 1,5 Ton

Ia melanjutkan, berdasarkan data yang ada, dari kabupaten kota yang ada di Sumbar maka ada beberapa hal dari kegiatan yang mesti tetap dilakukan meski terjadi penurunan kasus.

Yakni tetap memaksimalkan vaksin karena Presiden Jokowi telah menegaskan, bahwa untuk sekolah tatap muka itu syaratnya vaksin.

"Anak-anak sudah divaksin, demikian juga untuk guru-guru dan pegawai kantor," sambung Mahyeldi.

Mahyeldi menuturkan saat ini persediaan vaksin di Sumbar masih cukup banyak.

Baca juga: Meski Pandemi Covid-19, Hasil Tangkapan Ikan di Padang 2021 Mengalami Kenaikan

Ia menyebutkan dari data yang ada, dari seluruh jenis vaksin yang masih tersisa, saat sekarang ini masih ada 300 ribu dosis vaksin yang ada di kabupaten kota.

Sementara di provinsi itu masih ada sekitar 99 ribu dosis.

"Kami ingin mendapatkan gambaran dari bupati wali kota, apa permasalahan yang dihadapi sehingga dari beberapa kabupaten kota vaksinnya masih banyak yang belum terdistribusi," ujar Mahyeldi.

Terkait protokol kesehatan, Mahyeldi menyampaikan masih menemukan di banyak tempat, sebagian masyarakat agak abai dengan prokes.

Baca juga: Reaksi Wagub Audy soal Pengajuan Usulan Hak Angket DPRD Sumbar: Kita Ikuti Saja

Sementara dari masukan banyak pihak, prokes harus tetap dilakukan apalagi Sumbar sudah punya Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Kami ingin dapatkan dari bupati wali kota untuk bisa menjelaskan dan menyampaikan ke kami. Setelah itu diharapkan bisa memberikan masukan untuk menguatkan dua hal ini, vaksin dan ketaatan prokes," tegas Mahyeldi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved