Breaking News:

Pariaman

Warga Ampalu Pariaman Ciptakan Loneang Oven, Dilombakan di Ajang Teknologi Tepat Guna Nasional

Warga Ampalu Pariaman Ciptakan Loneang Oven, Wakili Sumbar di Ajang Teknologi Tepat Guna Nasional

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: afrizal
TribunPadang.com/WahyuBahar
Warga Pariaman, Syafri Hendri menjelaskan manfaat Loneang Oven serba guna yang ia ciptakan kepada wartawan, usai mempresantasikan karya tersebut di depan juri. Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN- Syafri Hendri, seorang warga yang berasal dari Desa Ampalu Kota Pariaman, wakili Provinsi Sumatera Barat pada ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional XXII.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Desa Tertinggal, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada hari Kamis (9/9/2021) secara daring.

Syafri Hendri menjadi finalis pada ajang ini dengan karyanya berupa mesin pengering produk pertanian, yaitu Loneang Oven serba guna.

Baca juga: Polres Kota Pariaman Sukseskan Vaksinasi Tingkat Remaja, Berikan Pemahaman ke Orang Tua Murid

Baca juga: Vaksinasi Massal Sasar Pelajar SMA Negeri 3 Pariaman, Wako Genius Umar Tinjau Pelaksanaannya

Loneang Oven serba guna ini, biasa digunakan Syafri untuk mengeringkan kopra (kelapa yang dikeringkan).

Selain untuk kopra, alat ini juga bisa digunakan untuk mengeringkan keripik jengkol, emping, pisang, buah pinang, serta biji buah coklat.

Loneang Oven ciptaannya ini, bekerja dengan memanfaatkan tenaga surya.

Kelebihannya, karena bahan pertanian yang dikeringkan dengan alat ini terlindung dari hujan, sapuan angin, atau gangguan ternak.

Syafri Hendri, warga Ampalu Pariaman saat menjemur komoditas pertanian dengan Loneang Oven serba guna ciptaannya.
Syafri Hendri, warga Ampalu Pariaman saat menjemur komoditas pertanian dengan Loneang Oven serba guna ciptaannya. (Diskominfo Pariaman)

Syafri yang biasa dipanggil Ipen menyampaikan, kebermanfaatan alat ini juga berkaitan dengan nilai ekonomis, karena sesuai pengalamannya, angka produksi kopranya lebih tinggi, ketimbang penjemuran secara manual.

Karya Syafri ini membawa ia bersaing dengan 10 besar peserta lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved