Breaking News:

Ketua KONI Sumbar Beberkan Alasan Keterlambatan Uang Saku Atlet

Persoalan uang saku pemain terlambat yang sempat mencuat di kalangan Cabang olahraga (Cabor) dikonfirmasi oleh Ketua KONI Sumbar

Penulis: Panji Rahmat | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Panji Rahmat
Para Kenshi Sumbar sedang melakukan latihan intensif 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Persoalan uang saku pemain terlambat yang sempat mencuat di kalangan cabang olahraga (Cabor) dikonfirmasi oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar.

Ketua KONI Sumbar, Agus Suardi, mengatakan persoalan keterlambatan uang saku atlet yang sedang melakukan persiapan PON Papua 2021 terjadi karena keterlambatan penandatanganan amprah.

"Kita tidak ada rencana untuk menunda atau tidak membayarkan hak para atlet, kewajiban sudah mereka jalani tentu haknya juga harus kita penuhi," ucapnya.

Baca juga: Sudah 3 Bulan Atlet Kempo Sumbar Tak Terima Uang Transpor, Berdampak pada Psikis Kenshi

Baca juga: Atlet Gantole Sumbar Terkendala Sarana dan Tempat Latihan Cross Country untuk PON Papua 2021

Keterlambatan tersebut terjadi murni karena adanya persyaratan yang belum dipenuhi oleh para atlet.

"Jadi sebenarnya uang saku bulan Agustus sudah ada, tapi untuk mengeluarkannya harus ada tanda tangan seluruh atlet," terangnya saat ditemui, Kamis (9/9/2021).

Bahkan hingga saat ini masih ada beberapa atlet yang belum menandatangani amprah tersebut.

"Syarat pengambilannya, semua atlet dari seluruh cabor harus membubuhkan tanda tangan baru bisa uang saku TC intensif kita keluarkan," katanya.

Ia berharap bahwa semua atlet bisa segera menandatangani agar yang sudah tanda tangan tidak menunggu lagi.

"Jadi kenapa terlambat, memang karena ada mekanisme untuk pengambilannya sehingga jelang semua tanda tangan ada atlet belum bisa mengambil haknya," papar pria yang kerap disapa Abien itu.(*)

 
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved