Breaking News:

Kisah Inspiratif

Seorang Pemuda di Padang Inisiatif Kembalikan Hutan Bakau, Diduga karena Aktivitas Penambangan Pasir

Melihat lingkungan yang rusak akibat adanya aktivitas penambang pasir diduga ilegal, seorang pemuda berinisiatif untuk mengembalikan hutan

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Pati Hariyose saat meninjau lokasi pembibitan mangrove di kaqasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang pemuda berinisiatif untuk mengembalikan hutan bakau atau mangrove di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyusul adanya aktivitas penambang pasir diduga ilegal di sana

Pemuda bernama Pati Hariyose merupakan warga yang tinggal di kawasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumbar.

Ia juga merupakan pengelola lokasi Konservasi Penyu Jambak Sea Turtle Camp Pokmaswas Samudera Pasir Jambak.

Selain melakukan penyelamatan terhadap telur-telur penyu agar tidak diperjualbelikan masyarakat.

Pemuda yang biasa dipanggil dengan nama Yose ini juga aktif untuk menjaga lingkungan yang ada di kawasan Pasir Jambak.

Baca juga: Satu dari 5 Korban Terseret Ombak di Pantai Pasir Jambak Belum Ditemukan, Lanjut Pencarian

Baca juga: Tim SAR Kerahkan 8 Personel Lakukan Pencarian, Terima Laporan Orang Tenggelam di Pantai Pasir Jambak

"Kawasan ini dahulunya bekas penambangan pasir (diduga) ilegal yang sudah terlanjur rusak," kata Pati Hariyose, Rabu (8/9/2021).

Selanjutnya, dia berencana akan menanami kembali kawasan yang sudah terlanjur rusak dengan melakukan rehabilitasi lingkungan.

"Ya, awalnya ini inisiatif kita sendiri untuk melakukan pembibitan, karena kita ingin menciptakan ekowisata dan konservasi penyu juga," katanya.

Pati Hariyose saat meninjau lokasi pembibitan mangrove di kaqasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (8/9/2021).
Pati Hariyose saat meninjau lokasi pembibitan mangrove di kaqasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Rabu (8/9/2021). (TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

Baca juga: BUMDes Apar Mandiri Terapkan Biaya Tiket Masuk Rp 3 Ribu Bagi Pengunjung Apar Pariaman Mangrove Park

Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam.

"Ya, inilah lokasi pembibitan atau pembenihan mangrove jenis Rhizophora apiculata.Kita hanya punya 1 jenis saja saat ini," katanya.

Tujuan dari pembibitan ini dapat ditanami segera, sehingga dapat menahan air laut, pencegahan abrasi pantai, dan pencegahan erosi sungai.

Kata dia, hal ini adalah salah satu mitigasi bencana diharapkan nantinya dapat kita dikembangkan menjadi ekowisata.

"Ketika benih atau bibit mangrove ini sudah berdaun sekotar umur 2 bulan, itu sudah dapat dipindahkan untuk ditanami di sekitar air payau Pasir Jambak," katanya.

Yose menjelaskan, kalau dirinya menanam benih mangrove secara bertahap sehingga ada yang sudah layak untuk ditanam dan masih ada yang masih baru.

"Kita dibantu untuk penyediaan benihnya ini oleh BPDASHL Agam Kuantan. Kemudian kita kerjakan, dan selanjutnya akan kita tanami," katanya.(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved