Breaking News:

Konsekuensi Pilkada Digabung pada 2024, Banyak Kepala Daerah Dijabat Plt

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus tak menampik ada konsekuensi penggabungan pilkada 2022 dan 2023 pada 2024.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
Tribunnews.com
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus tak menampik ada konsekuensi penggabungan pilkada 2022 dan 2023 pada 2024.

Menurutnya hal itu akan berdampak pada banyaknya kepala daerah yang dijabat oleh pelaksana tugas (plt).

Guspardi Gaus menyebutkan, pihaknya telah mencoba merevisi Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang keserentakan Pemilu.

Baca juga: Soal Jadwal Pilpres dan Pilkada Serentak 2024, Anggota DPR Guspardi Gaus: Belum Ada Keputusan

Namun banyak dari partai non parlemen meminta DPR RI jangan melakukan revisi UU tersebut.

"Ada tokoh masyarakat yang menilai kurang elok jika setiap ganti DPR RI, ganti Pemilu, dan ganti UU," terang Guspardi Gaus

"Disarankan untuk dijalani dua hingga tiga periode baru direvisi. Ini sudah dibicarakan dan kami sepakat untuk tidak direvisi," sambung Guspardi Gaus.

Jika tidak dilakukan revisi, kata dia, ada masa jeda jabatan yang cukup panjang.

"Ini sudah diatur, pejabat yang ditunjuk ketika dilantik menjadi kepala daerah pada 2017 dan 2018 harus berakhir," jelas Guspardi.

Untuk mengisi hal itu, harus ada Plt yang ditetapkan peraturan. 

Ia menyebut akan ada sekitar 272 pelaksana tugas, penjabat, atau penjabat sementara kepala daerah jika Pilkada digelar serentak pada 2024.

Para kepala daerah sementara itu akan ditunjuk oleh Presiden untuk jabatan gubernur dan Menteri Dalam Negeri untuk tingkat kabupaten/kota.

Sementara, kewenangan seorang kepala daerah definitif, plt, penjabat, dan penjabat sementara itu berbeda-beda.

"Ini konsekuensi, saya berharap mereka dipilih secara profesional sesuai aturan yang berlaku, jangan sampai menimbulkan kegaduhan, bagaimanapun masyarakat akan menilai dan memperhatikan orang-orang yang akan ditunjuk," harap politisi PAN ini. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved