Breaking News:

Virus Corona

Ancaman Varian Mu, Pemerintah Diminta Tegas Perketat Pintu Masuk Internasional

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menuturkan, Indonesia harus mengambil sikap tegas menyusul ancaman varian Mu

Editor: Emil Mahmud
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi: Virus Corona 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menuturkan, Indonesia harus mengambil sikap tegas menyusul ancaman varian Mu.

Skenario pencegahan masuknya strain baru ini bisa dengan memperketat sejumlah pintu masuk internasional.

"Masalahnya kekarantinaan Indonesia saat varian delta rata-rata hanya lima hari. Ini tidak cukup. Tidak bisa kalau hanya lima hari kecuali orang tersebut sudah divaksin dan hasil tes negatif," kata Dicky saat dihubungi, Senin (6/9/2021).

Penguatan pintu masuk bagi warga negara asing maupun warga Indonesia harus dilakukan.

"Itu kuncinya, harus dilakukan di semua pintu masuk karena ada banyak jalur masuk ke negara Indonesia," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 5 September 2021: Tambah 120 Kasus, Kini Sudah 87.493 Warga Terinfeksi

Ia menuturkan potensi gelombang ketiga akibat varian Mu sangat mungkin terjadi.

Apalagi melihat curva pandemi di luar Pulau Jawa masih cenderung tinggi.

"Bahwa gini penanganan kita belum matang. Masa krisis ini belum akan selesai. Potensi gelombang ketiga masih besar," tutur Dicky.

Ia meneruskan B.1.621, nama lain varian Mu akan memperburuk kondisi suatu wilayah seperti Indonesia.

Menurutnya, WHO (organisasi kesehatan dunia) sedang bekerja mempelajari strain yang kemungkinan resistensi (melawan) terhadap vaksin. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved