Breaking News:

BKSDA Sumbar Bagikan Tips Mencegah Konflik Manusia dengan Buaya

BKSDA Sumbar bagikan tips mencegah konflik manusia dengan buaya, Minggu (29/8/2021). Beberapa tips ini dapat dijadikan panduan agar dapat menghindari

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Satu ekor buaya yang berada di dalam kawasan Taman Margasatwa Bukit Kinantan Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). (Ilustrasi) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BKSDA Sumbar bagikan tips mencegah konflik manusia dengan buaya, Minggu (29/8/2021).

Beberapa tips ini dapat dijadikan panduan agar dapat menghindari konflik bagi masyarakat.

Hal ini karena buntut dari kemunculan satwa liar jenis buaya yang muncul di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Pihak BKSDA Sumbar sudah mengeluarkan himbauan agar masyarakat tidak mendekati satwa dilindungi tersebut.

Baca juga: Viral Penampakan Buaya di Padang Pariaman, BKSDA Beberkan Faktor Dapat Menimbulkan Konflik Satwa

Baca juga: Viral Buaya Muncul Lagi di Padang Pariaman, BKSDA Imbau Masyarakat Setempat; Jangan Dekati Lokasi

Baca juga: Buatlah Akhir Cerita dari Si Kancil dan Buaya, Jawaban Tema 2 Kelas 6 Halaman 196, 199, 200

"Tips mencegah konflik manusia-buaya biasanya dengan menghindari kawasan yang berpotensial sebagai sarang buaya," kata Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono.

Kata dia, sarang buaya seperti lokasi lubuk dan muara yang dalam dengan aliran yang tenang.

"Karena buaya dapat muncul tiba-tiba dengan serangan yang mematikan, sebab buaya dapat bergerak dengan cepat pada jarak pendek," kata dia.

Baca juga: Kota Padang Akan Punya Sentra Rendang di Lubuk Buaya, Bisa Jadi Pusat Tourist Attraction

Baca juga: Pembangunan Pasar Lubuk Buaya Padang Dilanjutkan, Hendri Septa: Perkiraan Selesai Desember 2021

Baca juga: Didatangi Wali Kota Padang Pedagang Pasar Lubuk Buaya Keluhkan Sepi Pembeli, Minta Penataan

Ia berharap, untuk meningkatkan kewaspadaan jika mengendarai perahu saat melewati sungai atau muara sungai saat berisi ikan.

Karena, kata dia, buaya terpancing saat tercium bau amis yang berasal dari ikan, kerang, dan udang.

"Jika anda bertemu langsung dengan buaya agae dapat menghindari siai depan atau moncong buaya. Namun, bergeraklah ke samping atau belakangnya," katanya.

Baca juga: Jumlah Vaksin Covid-19 di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tersisa untuk 50 Orang

Baca juga: BKSDA Belum Lepasliarkan Buaya Muara yang Ditangkap Warga Saat Sedang Berjemur, Ini Alasannya

Baca juga: Warga Pasaman Barat Tangkap Buaya Muara yang Sedang Berjemur dengan Peralatan Seadanya

Kata dia, hal itu dikarenakan buaya tidak begitu mudah menyerang ke samping atau belakangnya.

"Saat musim bertelur, buaya akan menjadi buas untuk menjaga sarang dan telur-telurnya. Induk buaya akan menjaga sarangnya dengan jarak 2 meter," ujarnya.

"Jika anda bertemu telur atau anak buaya, segera menjauh dari lokasi tersebut. Karena pasti ada induknya yang siap menyerang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved