Vaksin Covid-19 Metode Semprotan Hidung, Thailand Targetkan Uji Coba Akhir 2021

Metode semprotan hidung sedang dikembangkan Thailand dan akan mulai diuji coba pada manusia pada akhir tahun 2021 ini.

Editor: Emil Mahmud
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Ilustrasi: Pasien Covid-19 

TRIBUNPADANG.COM - Metode semprotan hidung sedang dikembangkan Thailand dan akan mulai diuji coba pada manusia pada akhir Tahun 2021 ini.

Sejauh ini ada dua vaksin virus corona atau Covid-19 yang menggunakan metode semprotan hidung yang diupayakan segera diterapkan oleh negara berjulukan Negeri Gajah Putih tersebut.

Hal ini menyusul keluarnya hasil yang menjanjikan dalam uji coba yang dilakukan sebelumnya pada hewan tikus.

"Dikembangkan oleh Pusat Nasional untuk Rekayasa Genetika dan Bioteknologi, vaksin tersebut didasarkan pada adenovirus dan influenza," kata Wakil Juru Bicara pemerintah Thailand, Ratchada Thanadirek.

Setelah melakukan uji coba pada tikus, tahap pertama uji coba pada manusia pun harus dimulai pada akhir tahun ini.

"Namun kami masih menunggu persetujuan dari regulator makanan dan obat," jelas Thanadirek.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (11/8/2021), uji coba tersebut juga akan menguji perlindungan terhadap varian B.1.617.2 (Delta), dengan tahap kedua akan jatuh tempo pada Maret 2022.

"Jika hasilnya bagus, produksi untuk penggunaan yang lebih luas ditargetkan pada pertengahan 2022," ujar Thanadirek.

Penelitian pun telah dilakukan di negara-negara di seluruh dunia untuk mengembangkan vaksin metode semprotan hidung ini demi membantu mencegah dan menangani Covid-19.

Terutama karena lapisan hidung telah diidentifikasi sebagai titik masuk utama virus ini.

Sementara itu, vaksin lainnya buatan Thailand, yakni yang menggunakan platform messenger RNA (mRNA) dari Universitas Chulalongkorn dan virus tidak aktif yang dikembangkan oleh Universitas Mahidol, akan memulai uji coba pada manusia fase kedua di bulan ini.

Baca juga: Junta Myanmar Lewatkan Rohingya dari Sasaran Vaksinasi, Prioritaskan di Negara Bagian Rakhine Barat

Baca juga: Jokowi Soroti Sumbar dan 4 Provinsi Lainnya soal Peningkatan Kasus Covid-19 Selama PPKM

Kampanye program vaksinasi Thailand sejauh ini masih mengandalkan vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Sedangkan vaksin Pfizer-BioNTech digunakan sebagai dosis ketiga atau tambahan (booster) yang difokuskan bagi tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul mengatakan pada hari Rabu ini bahwa 32,5 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech akan didatangkan pada tahun ini.

Angka itu terdiri dari pesanan 30 juta dosis dan sisa dosis lainnya adalah yang disumbangkan dari Amerika Serikat (AS).

Hingga saat ini, baru sekitar 6,8 persen penduduk Thailand yang telah mendapatkan vaksinasi penuh dari total populasinya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Thailand Kembangkan Vaksin Covid-19 Metode Semprotan Hidung

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved