Breaking News:

Corona Sumbar

Vaksinasi di Sumbar Terhambat Pasokan Vaksin, Gubernur: Kita Minta 800 Ribu Dikirim Baru 30 Ribuan

Sumbar masih kekurangan vaksin. Kita minta 800 ribu dosis, baru dikirim sebanyak 30.900-an,  kemudian ada tambahan 900 dosis, jadi masih sangat sediki

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/WahyuBahar
Gubernur Sumbar Mahyeldi kunjungi RSUD Kota Pariaman pada hari Rabu (28/7/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Antusiasme warga Sumatera Barat (Sumbar) untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. 

Akan tetapi, proses vaksinasi terhambat imbas pasokan vaksin minim.

Ha itu diungkapkan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Sumbar Sudah Dapat Tambahan Vaksin, Kadinkes Sebut Ada AstraZeneca dan Moderna 

Baca juga: 900 Ribu Vaksin dari Kemenkes Sudah Habis, Gubernur Sumbar Minta Tambahan 800 Ribu

"Sumbar masih kekurangan vaksin. Kita minta 800 ribu dosis, baru dikirim sebanyak 30.900-an,  kemudian ada tambahan 900 dosis, jadi masih sangat sedikit," ujar Mahyeldi.

Sementara, kata Mahyeldi, target vaksinasi di Sumbar mencapai 4.408.509 jiwa. 

"Oleh karena itu, kami meminta bantuan Pak Wakapolri, mudah-mudahan melalui jaringannya bisa menambah dukungan untuk Sumbar," ungkapnya.

Mahyeldi menyebut, animo masyarakat tinggi untuk ikut vaksinasi baik usia muda maupun tua.

Vaksinasi kepada anak-anak juga sudah mulai bergerak di daerah-daerah.

Baca juga: Stok Vaksin di Sumbar Kosong, Tambahan Vaksin Masih Menunggu, Dijanjikan Datang Awal Agustus

"Sayangnya, kita kekurangan vaksin sekarang ini untuk melayani permintaan masyarakat," ucap Mahyeldi.

Jika vaksin sudah diberikan, imbuh Mahyeldi, vaksin tersebut akan langsung digunakan sebab masyarakat yang antri vaksin sudah banyak. 

"Makanya sekarang kita kewalahan. Bupati wali kota juga menyampaikan, vaksinnya mana vaksinnya mana. Sementara yang datang baru itu," tutur Mahyeldi.

Mahyeldi menambahkan pihaknya juga sudah berdialog dengan Menko Perekonomian dan Wakil Menteri Kesehatan RI.

"Kita sudah sampaikan akan kebutuhan kita itu. Tapi nampaknya sekarang stok juga terbatas. Mudah-mudahan setelah ini lebih banyak lagi," harap Mahyeldi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved