Breaking News:

Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di Sumbar Capai 71,74 Persen

Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Sumbar mencapai 71,74 persen.  Angka tersebut tercatat per tanggal 16 Ju

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Sumbar mencapai 71,74 persen. 

Angka tersebut tercatat per tanggal 16 Juli 2021.

“BOR rumah sakit per 16 Juli 71,74 persen. Masih di bawah 80 persen. Kalau tidak hati-hati bisa lewat dari angka itu,” terang Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi, Sabtu (17/7/2021).

Menurut Arry, sistem kesehatan bisa lumpuh jika angka keterisian tempat tidur di rumah sakit telah mencapai di atas 80 persen selama beberapa hari.

Baca juga: Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar Positif Corona, Jasman: Selasa Badan Saya Mulai Meriang

Baca juga: 678 Warga Sumbar Terinfeksi Covid-19, Total Kasus Corona Capai 59.066 Orang

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar:Tambah 666 Kasus Sudah 58.388 Warga Terinfeksi Covid-19, Padang Terbanyak

Dia tak menampik ada beberapa rumah sakit di Sumbar yang BOR nya melebihi 80 persen.

Pihaknya terus berupaya melakukan penambahan tempat tidur di sejumlah rumah sakit.

“Terakhir ada penambahan 128 tempat tidur di beberapa rumah sakit. Ketersediaannya masih terus diupayakan, karena memang minimal ketersediaan tempat tidur di rumah sakit itu untuk covid-19 itu harus 20 persen dari jumlah tempat tidur yang ada,” jelas Arry.

Baca juga: Positif Covid-19 Sumbar Bertambah 488 Kasus, Sudah 57.722 Warga Sumbar Terinfeksi Corona

Baca juga: UPDATE Corona Indonesia Selasa, 13 Juli 2021: Bertambah 47.899 Positif, 20.123 Sembuh, 864 Meninggal

Arry menyebutkan, RS Achmad Mochtar Bukittinggi sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 saat ini berupaya menambah tempat tidur maksimal 100 tempat tidur. 

Ketika ada penambahan tempat tidur, lanjutnya, SDM-nya pasti juga akan ditambah.

“Kalau kita berdayakan dari rumah sakit lain tidak mungkin karena juga sedang termanfaatkan tenaganya, mungkin kita akan melakukan rekrutmen," ujar Arry.

Baca juga: Warga Positif Covid-19 di Sumatera Barat Bertambah 368 Orang, di Padang Ada 166 Kasus Corona

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar 8 Juli 2021 Pagi, Kasus Positif Tembus 54.186, Meninggal Dunia 1.243 Orang

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus, masing-masing kepala daerah sudah menambah tempat tidur di daerahnya masing-masing, seperti Padang Panjang, kemudian juga di Kota Padang.

Ia menyebut juga sudah menyurati rumah sakit yang ada untuk merelokasikan tempat tidur sehingga ketersediaan tempat tidur cukup.

“Kita berharap bisa diturunkan juga jumlah yang menghuninya,” ucap Mahyeldi. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved