Berita Pasaman Barat Hari Ini

Harimau Berkeliaran di Kebun Sawit Kabupaten Pasaman Barat, Karyawan PT PMS Tak Berani Beraktivitas

Karyawan PT Pasaman Marama Sejahtera (PT PMS) di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kini tidak berani

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
*/Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2018
Ilustrasi: Harimau Sumatera 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Karyawan PT Pasaman Marama Sejahtera (PT PMS) di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kini tidak berani beraktivitas dikarenakan adanya kemunculan Harimau.

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Rusdiyan P, mengatakan kalau harimau tersebut sudah muncul beberapa kali terjadi di Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumbar.

"Awalnya kita mendapat adanya kemunculan satwa liar jenis harimau di kebun sawit PT PMS," kata Rusdiyan saat dihubungi TribunPadang.com, Jumat (16/7/2021).

Ia menjelaskan, harimau tersebut berkeliaran di sekitar kawasan tersebut sehingga membuat karyawan PT PMS takut.

"Harimaunya berkeliaran di sekitar kebun sawit mengakibatkan pekerja kebun tidak berani beraktivitas," ujarnya.

Rusdian menjelaskan, kalau satwa liar jenis harimau tersebut belum ada menimbulkan korban atau memakan ternak warga.

"Menurut informasi dari pihak PT PMS, kemunculan harimau di area tersebut telah terjadi beberapa kali dalam satu bulan terakhir," ujarnya.

Ia berharap kepada pihak menajemen Pt PMS meminta pekerja yang beraktivitas tetap waspada dan berhati-hati serta tidak sendirian.

Baca juga: Breaking News - Macan Dahan Masuk Kamar Mandi Warga Pasaman Barat, Warga Mengira Harimau

Baca juga: Seekor Tapir Terjerat di Perkebunan Warga, BKSDA Limapuluh Kota Lakukan Penanganan & dilepasliarkan

Ditemukan Jejak Harimau

Dilansir TribunPadang.com, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar memberikan meriam sebagai alat untuk mengusir harimau sumatera yang jejak kakinya ditemukan di pemukiman warga.

Lokasi ditemukannya jejak harimau tersebut berlokasi di Jorong Pagaran Tanjung Botung, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Rusdiyan P saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan, warga yang sedang MCK (mandi, cuci, kakus) di sungai dekat pemukiman warga menemukan jejak harimau pada Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Warga Nagari Koto Nopan Pasaman Kaget Saat Lakukan MCK, Dapati Jejak Kaki Harimau Sumatera

Pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan dan membenarkan adanya jejak harimau sumatera tersebut.

"Kita sudah ajarkan masyarakat cara penghalauan. Kita tinggalkan meriam secara swadaya," kata Rusdiyan P, Senin (22/2/2021).

Disebutkannya, alat yang ditinggalkannya berupa meriam yang dibuat dari besi dan berbahan kabit.

Ia berharap, masyarakat yang berlokasi di kawasan konflik tersebut dapat melakukan penghalauan dengan bunyi-bunyian meriam.

Baca juga: 2 Harimau di Solok Tertangkap, Ternyata Putra dan Putri Singgulung, Kini Dibawa ke PR-HSD

"Bagi masyarakat yang ke ladang juga kita ajarkan bagaimana kiat-kiat saat berhadapan dengan harimau," katanya.

Ia berharap masyarakat yang pergi ke ladang tidak sendiri-sendiri, tapi ada rekan lainnya.

"Jadi, saat masyarakat berpapasan dengan harimau sudah dibekali ilmu. Kita berharap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sebelumnya, Rusdiyan P mengatakan, jejak tersebut ada 2 ukuran, yaitu satu besar dan satu lagi berukuran besar.

Baca juga: Satu Harimau Sumatera Tertangkap Lagi di Kabupaten Solok, Afrilius: Pintu Kerangkeng Sudah Tertutup

"Kalau dugaan kita lebih dari 1 ekor. Jadi, diperkirakan ada sebanyak 2 ekor."

"Kita melihat jejaknya ada 2 ukuran, dan kemungkinan itu induk sama anaknya," katanya.

Disebutkannya, kebiasaan harimau yang beriringan tersebut adalah induk dan anaknya. Karena ada 1 jejak besar dan 1 jejak kecil.

"Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan hutan lindung, apalagi ladang masyarakat."

"Saat masyarakat pergi ke ladang sudah biasa melihat tanda-tanda keberadaan harimau itu," katanya.

Baca juga: BKSDA Sebut Harimau yang Mangsa Ternak Warga di Solok Bukan Putra Singgulung atau Putri Singgulung

Selain itu masyarakat sudah terbiasa mendengar suara auman dari harimau sumatera.

"Ya, namanya tinggal di dekat hutan itulah risikonya. Sama dengan masyarakat yang tinggal di dekat muara yang bertemu dengan buaya," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat sudah biasa melihat tanda-tanda keberadaan harimau tersebut.

Namun, tanda-tanda tersebut semakin dekat dengan pemukiman masyarakat.

Baca juga: Harimau Sumatera yang Tertangkap di Solok Ternyata Putri Singgulung, Dulu Juga Pernah Dievakuasi

"Namun, pada saat pagi hari masyarakat melalukan aktivitas mck di dekat sungai di kawasan pemukiman melihat jejak baru," katanya.

Ia mengatakan, harimau tersebut hanya melintas di kawasan pemukiman masyarakat.

"Pada hari Kamis (18/2/2021), saat kami mendatangi lokasi tidak ada jejak baru," katanya. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved