PPKM Darurat
PPKM Darurat, Kepala BI Perwakilan Sumbar: Daya Beli Masyarakat Tergerus dan Menurun
Wahyu Purnama A menyatakan, pihaknya terus mengawasi dampak yang terjadi dari penerapan PPKM Mikro Darurat di tiga wilayah Sumbar.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar Wahyu Purnama A menyatakan, pihaknya terus mengawasi dampak yang terjadi dari penerapan PPKM Mikro Darurat di tiga wilayah Sumbar.
Sebetulnya, kata dia, jika tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 ia memperkirakan harga kembali meningkat karena permintaan meningkat.
Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. PPKM Darurat berpengaruh terhadap penurunan daya beli masyarakat.
Baca juga: Imbas PPKM Darurat, Kepala BI Sumbar: Pertumbuhan Ekonomi Kembali Tertahan
"Dalam kondisi sekarang, ada kemungkinan daya beli tergerus dan menurun. Karena permintaan menurun, sehingga terjadi deflasi," sambung Wahyu Purnama A.
Sementara, sebut Wahyu Purnama A, produksi komoditas pangan pertanian masih baik.
Ia belum bisa memastikan besarnya pengaruh PPKM Darurat.
"Angkanya belum bisa, sekarang inflasi cara tahunan 1,73 persen. Itu cukup rendah."
"Kalau terjadi deflasi, tentu turun karena permintaan juga turun, pesta tidak ada, rapat tidak ada, jadi masyarakat hanya konsumsi pokok saja," ujar Wahyu Purnama A. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kepala-perwakilan-bank-indonesia-provinsi-sumbar-wahyu-purnama-a-15-juli-2021.jpg)