Breaking News:

Kasus Penipuan Investasi Lahan 765 Hektare di Padang, Terdakwa Dituntut 4 Tahun Penjara

Terdakwa Delfi Andri dan Eko Posko Malla Asyikar dalam perkara penipuan dan penggelapan investasi lahan tanah seluas 765 hektare di Kota Padang.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
TribunPadang.com/Rezi Azwar
Suasana sidang kasus penipuan dan penggelapan investasi tanah di Padang, Kamis (15/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pengadilan Negeri Padang menggelar sidang tuntutan dengan terdakwa Delfi Andri dan Eko Posko Malla Asyikar dalam perkara penipuan dan penggelapan investasi lahan tanah seluas 765 hektare di Kota Padang.

Sidang beragendakan pembacaan amar tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) diikuti para terdakwa secara virtual pada Kamis (15/7/2021) di Pengadilan Negeri Padang.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Asni Meriyenti didampaingi Hakim Anggota Khairulludin dan Ade Zulfiana Sari.

Baca juga: Tahanan Polda Sumbar Kasus Mafia Tanah di Padang Meninggal, Anak: Kami Sekeluarga Tidak Terima

Pengadilan Negeri Padang menggelar sidang tuntutan dengan terdakwa Delfi Andri (kiri) dan Eko Posko Malla Asyikar (kanan) dalam perkara penipuan dan penggelapan investasi lahan tanah seluas 765 hektare di Kota Padang, Kamis (15/7/2021)
Pengadilan Negeri Padang menggelar sidang tuntutan dengan terdakwa Delfi Andri (kiri) dan Eko Posko Malla Asyikar (kanan) dalam perkara penipuan dan penggelapan investasi lahan tanah seluas 765 hektare di Kota Padang, Kamis (15/7/2021) (istimewa)

Dalam sidang tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar), menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Hal ini karena kedua terdakwa dinilai bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam pasal Pasal 378 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana kepada para terdakwa masing-masing 4 tahun penjara," kata JPU, Lusita Amelia saat membacakan amar tuntutan.

Hal-hal yang memberatkan para terdakwa telah merugikan orang lain sebesar Rp 20 miliar, terdakwa berbelit-belit selama persidangan, dan tidak ada menempuh jalur damai dengan korban.

Baca juga: Penangguhan Penahanan Tak Dikabulkan, PH Tersangka Mafia Tanah di Padang Lapor ke Mabes Polri

"Sementara hal-hal yang meringankan para terdakwa tidak ada dalam perbuatan para terdakwa sebagaimana yang dimaksud dalam pasal di atas," katanya.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, para terdakwa didampingi Penasehat Hukum mengajukan nota pembelaan atau pledoi kepada Majelis Hakim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved