Breaking News:

Stok Vaksin Menipis, Gubernur Sumbar Mahyeldi Minta Penambahan 1 Juta Dosis Vaksin ke Kemenkes RI

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan bahwa stok vaksin yang ada di daerahnya bersisa 5 persen. "Kita sudah memanfaatkan vaksin di Sumatera Bar

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Gubernur Sumbar Mahyeldi saat diwawancarai wartawan, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan bahwa stok vaksin yang ada di daerahnya bersisa 5 persen.

"Kita sudah memanfaatkan vaksin di Sumatera Barat, sekira 95 persen dari stok yang ada sudah digunakan," ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, karena stok vaksin yang menipis tersebut, pihaknya sudah surati Kementerian Kesehatan untuk meminta penambahan stok vaksin.

Baca juga: Dua Ribu Pelajar di Padang Pariaman Ikut Vaksinasi Covid-19

Baca juga: CARA Download Sertifikat Vaksin Covid-19 dan Cek Aplikasi di HP atau Status di Pedulilindungi.id

Baca juga: Oknum Penjual Surat Swab dan Kartu Vaksin Palsu, Aksinya Bisa Loloskan Orang Lakukan Perjalanan

"Maka dari itu kita meminta 1 juta lagi kepada kementrian kesehatan, semoga secepatnya kita terima," ulas Mahyeldi.

Selain itu, Mahyeldi mengungkapkan bahwa permintaan penambahan dosis vaksin di Sumbar juga karna melihat antusias masyarakat untuk vaksinasi.

"Kita bisa lihat saat ini animo masyarakat Sumatera Barat sangat tinggi," kata dia.

Ia berujar bahwa pihaknya sudah melakukan gebyar vaksinasi dibanyak tempat di Sumatera Barat.

Baca juga: Panduan Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Secara Online Menggunakan HP, Akses pedulilindungi.id

Baca juga: PT Semen Padang Kembali Vaksinasi Gelombang Ketiga untuk Keluarga Karyawan

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Gojek Beri Diskon, Permudah Akses, dan Dukungan Selama PPKM Darurat di Sumatera

"Kita juga mengapresiasi semua pihak, karna telah terlibat dalam program vaksinasi, sekarang BIN masuk ke sekolah, bupati dan wali kota, Polri, TNI juga begitu, semuanya sudah bergerak," imbuh Mahyeldi.

Tambah ia, pihaknya perlu dukungan tambahan vaksin dari pemerintah pusat, yang dalam hal ini Kemenkes RI.

"Masyarakat sedang semangat sekarang ini, semua pihak bergerak, jika stok vaksin tidak tersedia tentu akan melemah lagi semangat ini," pungkas Mahyeldi. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved