Oknum Penjual Surat Swab dan Kartu Vaksin Palsu, Aksinya Bisa Loloskan Orang Lakukan Perjalanan

Dua orang oknum penjual surat swab antigen, PCR hingga kartu vaksinasi Covid-19 palsu harus berurusan dengan pihak berwajib, Selasa (13/7/2021).

Editor: Emil Mahmud
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Polda Metro Jaya amankan oknum penjual surat swab antigen,PCR hingga kartu vaksin palsu yang dipasarkan di media sosial, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNPADANG.COM, JAKARTA - Dua orang oknum penjual surat swab antigen, PCR hingga kartu vaksinasi Covid-19 palsu harus berurusan dengan pihak berwajib, Selasa (13/7/2021).

Jajaran Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya melakukan  penangkapan terhadap dua oknum tersebut setelah menjerat korban melalui akun media sosialnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kedua pelaku berinisial MI dan NFA ini kerap memasarkan jasanya melalui media sosial.

"Ini kita lakukan pengungkapan, Kemarin ada dua sekarang ada dua lagi, ini masih kita lakukan terus patroli di dunia maya untuk menemukan para pelaku yang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri," kata Yusri kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (13/7/2021).

Dalam penjelasannya, Yusri mengatakan kedua oknum ini memiliki peran masing-masing dalam memanfaatkan kondisi pandemi saat ini.

MI yang merupakan otak dari perkara ini berperan mencari customer dengan cara memposting di akun facebook pribadinya.

Baca juga: Mulai Hari Ini Penumpang Kapal Mentawai Fast Wajib Tes Swab atau Rapid Antigen

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Padang Mangkir Dipanggil Polisi Terkait Dana Bansos Covid-19

Polda Metro Jaya amankan oknum penjual surat swab antigen,PCR hingga kartu vaksin palsu yang dipasarkan di media sosial, Selasa (13/7/2021).
Polda Metro Jaya amankan oknum penjual surat swab antigen,PCR hingga kartu vaksin palsu yang dipasarkan di media sosial, Selasa (13/7/2021). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Sedangkan NFA, berbekal dari pengalamannya bekerja di perusahaan percetakan, maka dirinya yang mencetak dokumen yang dipesan oleh customer nya melalui MI.

"Ini yang kemduian dia pasarkan melalui akunnya, menurut pengakuannya (pelaku) belajar dari medsos lain," kata Yusri.

Yusri menyatakan, ulah dari kedua oknum ini dinilai sangat merugikan negara, mengingat saat ini seluruh pihak terkait tengah berupaya untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Dengan, cara kedua oknum ini memasarkan dokumen yang bersangkutan dengan Covid-19 maka kata Yusri hal ini telah menghambat upaya pemerintah dalam memerangi virus Covid-19.

"Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin, kita juga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terjadinya penularan, tetapi mereka dengan mencari keuntungan 100 ribu, 160 ribu, 170 ribu bahkan 300ribu bisa meloloskan orang yang gak tau apakah dia positif atau tidak, sehingga bisa melakukan perjalanan," tukas Yusri.

Atas dasar itu, kedua oknum ini dipersangkakan Pasal 263 dan atau pasal 268 KUHP, Pasal 35 jo pasal 51 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diringkus Oknum Penjual Surat Swab hingga Kartu Vaksin Palsu

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved