Corona Sumbar

Angka Penyebaran Covid-19 Meningkat, MUI Sumbar Keluarkan Maklumat Terkait Pelaksanaan Ibadah 

Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan, protokol kesehatan yang ketat bukan hanya diterapkan di rumah ibadah saja.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar saat ditemui, Rabu (7/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Angka penyebaran Covid-19 di beberapa tempat di Sumatera Barat (Sumbar) terus meningkat.

Karena itu semua pihak dituntut agar disiplin menjalankan protokol kesehatan yang ketat dalam berbagai kegiatan.

Memperhatikan kondisi tersebut, MUI Sumbar mengeluarkan maklumat Nomor: 003/MUI-SB/VII/202I.

Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan, protokol kesehatan yang ketat bukan hanya diterapkan di rumah ibadah saja.

Baca juga: Arahan MUI Sumbar soal Pelaksanaan Salat Idul Adha saat PPKM Darurat: Khutbah Ditunaikan Sederhana

Baca juga: Soal PPKM Darurat di Tiga Daerah Sumbar, Wagub Audy: Butuh Waktu untuk Sosialisasi

Akan tetapi juga di tempat-tempat berhimpun lainnya yang berpotensi terjadinya "kerumunan" banyak orang lainnya, seperti di pasar, mall, rumah makan/restoran, dan tempat-tempat wisata.

"Kepada penyelenggara kegiatan yang mengakibatkan berkumpulnya orang banyak, agar menegakkan protokol kesehatan dan menyediakan sarana pencegahan penularan Covid-19 seperti alat cuci tangan, hand sanitizer,
masker atau alat lainnya," kata Gusrizal Gazahar melalui maklumatnya yang ditandatangani, Senin (12/7/2021).

MUI Sumatera Barat, kata Gusrizal Gazahar, memandang pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan bukan karena sebatas mereka bisa berkumpul tapi karena adanya kemungkinan terjadinya "kerumunan" sehingga pemutusan rantai penularan yang diharapkan menjadi salah satu cara pengendalian pandemi Covid-19, tidak terwujud. 

Menurut Gusrizal Gazahar, dengan alasan itu, maka peniadaan kegiatan ibadah di rumah ibadah (masjid/surau/musala) tidak bisa disetujui dan diterima sebagai landasan kebijakan di Sumatera Barat karena kecilnya potensi terjadinya "kerumunan" tersebut. 

Di samping itu, dispensasi kepada tempat-tempat lain di luar rumah ibadah menunjukkan inkonsistensi dalam penerapan alasan kebijakan karena di tempat-tempat tersebut berpotensi lebih besar terjadinya "kerumunan" yang dikhawatirkan itu. 

Baca juga: RSUD Rasidin Padang Disiapkan Jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

"Bila peniadaan kegiatan ibadah tetap dipaksakan maka akan berakibat hilangnya kepercayaan masyarakat khususnya umat Islam terhadap usaha pengendalian wabah Covid-19," sebut Gusrizal Gazahar.

Disampaikan Gusrizal, agar jangan sampai kegiatan ibadah menimbulkan sikap "memandang enteng" kondisi wabah yang sedang terjadi, maka kegiatan berjamaah yang dilakukan oleh kaum muslimin, baik di Masjid maupun di luar Masjid, begitu pula di tempat-tempat berhimpunnya masyarakat harus dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Termasuk dalam protokol kesehatan itu adalah menjaga jarak di saat berada di dalam masjid kecuali ketika menunaikan salat berjamaah, di mana kaum muslimin dituntut merapatkan shaff untuk kesempurnaan salat sebagaimana tuntunan Rasulullah saw, namun dengan memakai masker untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

Ditegaskan Gusrizal, MUI Sumbar memandang kegiatan ibadah kaum muslimin sangat tidak pantas dipandang sebagai penghalang penanggulangan Covid-19 bahkan sikap keberagamaan harus dijadikan sebagai bagian yang terdampak oleh wabah tersebut. 

Karena itu menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaga peningkatan pengamalan ajaran agama apalagi dalam kondisi semakin mewabahnya Covid-19 di mana seluruh umat Islam harus semakin mendekatkan diri kepada Allah
SWT.

Di samping usaha-usaha yang bersifat medis, MUI Sumbar menyampaikan bahwa seluruh umat Islam harus menjadikan do'a dan tilawah al-Qur'an sebagai wasilah untuk mendapatkan kesembuhan dan perlindungan dari Allah SWT. 

"Karena itu, umat Islam terutama di Sumatera Barat agar meningkatkan ibadah serta merutinkan tilawah Al-Qur'an terutama sesudah sholat subuh dan maghrib," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved