Pick Ford Harus Siap Hadang Kegarangan Kasper Dolberg di Semifinal Euro 2020
Banyak yang menanti laga Denmark kontra Inggris di semifinal Euro 2020, Denmark yang tampil mengejutkan pada gelaran kali ini membawa semangat tinggi
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Panji Rahmat
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Banyak yang menanti laga Denmark kontra Inggris di semifinal Euro 2020, Denmark yang tampil mengejutkan pada gelaran kali ini membawa semangat tinggi untuk menumbangkan Inggris.
Duel kunci lainnya terjadi antara Kiper Inggris Jordan Pickford kontra bomber Denmark, Kasper Dolberg. Lini belakang Inggris tak diragukan lagi kehandalannya.
Rata-rata, tiap laga mereka hanya kecolongan dua tendangan lawan ke arah gawang.
Nah, jika pun lawan bisa mengarahkan ke gawang, di sana berdiri kokoh sang kiper, Pickford.
Setelah tampil memukau bersama Everton di Liga Primer, kiper 27 tahun ini menemukan performa puncaknya di Euro 2020
Dia berhasil melakukan sembilan penyelamatan krusial sejauh ini. Dan bisa menunjukkan ketenangan, kedewasaan, serta kepemimpinan yang lebih besar yang mungkin hasil dari keputusannya rutin konsultasi dengan psikolog olahraga selama musim lalu.
Setelah mencatatkan clean sheet dalam tujuh penampilan terakhirnya di Inggris, Pickford tidak pernah kebobolan satu gol pun untuk negaranya sejak 15 November tahun lalu.
Dia mendapatkan tantangan berat di Wembley dini hari nanti. Seperti juga Kane, Striker Denmark, Kasper Dolberg mulai bersinar di babak knockout, dengan mengemas tiga gol.
Dikenal sebagai "Iceman" karena selebrasinya yang dingin tiap habis cetak gol, dia melejit setelah memborong dua gol ke gawang Wales.
Padahal, Dolberg turun jadi starter di laga itu karena penyerang utama, Yussuf Polsen, cedera.
Setelah itu Dolberg tak tergantikan di lini depan. Dini hari nanti menjadi kesempatan bagi striker Nice berusia 23 tahun ini untuk jadi pemain pertama yang bisa membobol gawang Pickford di ajang Euro 2020.
Duel Harry Kane Kontra Simon Kjaer
Perhatian pada laga ini tertuju pada striker gacor milik Inggris Harry Kane yang sudah mulai menemukan ketajamannya sejak babak 16 besar lalu.
Pertama adalah duel antara striker Inggris, Harry Kane kontra Bek sentral Denmark, Simon Kjaer.
Kane memang sempat lambat panas. Di laga pembuka kontra Kroasia, dia hanya membuat dua sentuhan di kotak penalti, dan nirgol di pernyisihan.
Bomber Tottenham Hotspur ini mulai menggeliat di fase sistem gugur, dengan membuka keran gol kontra Jerman, dan memborong dua gol ke gawang Ukraina.
Tendangan voli kaki kirinya bahkan nyaris menjadikannya hattrick. Dengan tiga gol saat ini, Kane dalam kepercayaan diri penuh untuk memburu sepatu emas, seperti yang diraihnya di Piala DUnia 2018 di Rusia lalu.
Tapi dia akan mendapat perlawanan hebat dari Kapten Denmark, Simon Kjaer. Bek sentral ini telah membuktikan ketangguhannya dengan melumpuhkan potensi ancaman bomber Belgia, Romelu Lukaku, dan ujung tombak Rusia, Artem Dzyba.
Kane punya karakteristik menyerang yang berbeda dengan dua bomber terdahulu. Striker berusia 28 tahun ini pandai memanfaatkan momentum, dan setiap pergerakannya membahayakan.
Tugas Kjaer adalah memastikan Kane tak mendapat pasokan bola, dan saat mendapat bola pun tak mendapatkan ruang untuk menembak. Tugas yang pasti sangat berat untuknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/gelandang-denmark-thomas-delaney-tengah-merayakan-mencetak-gol-pembuka.jpg)