Breaking News:

Berita Juventus

Si Nyonya Tua 'Keranjingan' Sabet Trofi Liga Champions, Juventus Belum Bisa Akhiri Paceklik Gelar

SI NYONYA Tua, julukan untuk Tim Juventus, satu di antara klub Raksasa Eropa ini seakan keranjingan atau menjadi-jadi nafsunya

Editor: Emil Mahmud
TWITTER.COM/JUVENTUSFC
Ilustrasi: Selebrasi para pemain Juventus 

SI NYONYA Tua, julukan untuk Tim Juventus, satu di antara klub Raksasa Eropa ini seakan keranjingan atau menjadi-jadi nafsunya untuk menyabet Liga Champions setiap tahunnya.

Sejauh ini, La Vecchia Signora atau sebutan untun Si Nyonya Tua berjuang demi Juventus agar rutin memboyong kembali trofi Liga Champions ke Turin.

Satu upaya keras ditempuhnya guna mewujudkan misi tersebut yakni ketika Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo (CR7).

Kedatangan Cristiano Ronaldo seakan menjadi sinyal paling kuat yang mengisyaratkan ambisi besar Juventus menggondol trofi si kuping besar tersebut.

Hanya saja, memang sudah tiga musim sejak kedatangan Cristiano Ronaldo, Juventus belum juga mampu meraih trofi yang mereka idamkan.

Baca juga: HASIL Brasil vs Peru - Paqueta Jadi Pahlawan Tim Samba, Buktikan AC Milan Keliru Membiarkan Hengkang

Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo meluapkan kekesalannya dengan menendang gawang saat melawan Napoli dalam laga tunda pekan ke-3 Liga Italia 2020-2021 di Allianz Stadium, Rabu (7/4/2021) pukul 23.45 WIB.
Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo meluapkan kekesalannya dengan menendang gawang saat melawan Napoli dalam laga tunda pekan ke-3 Liga Italia 2020-2021 di Allianz Stadium, Rabu (7/4/2021) pukul 23.45 WIB. (TWITTER.COM/TIMELINECR7)

Baca juga: Gli Azzurri Terapkan Skema Pertahanan Inter, AC Milan dan Juventus, Andalkan Passing yang Akurat

Salah satu jalan lain yang ditempuh Juventus untuk mewujudkan ambisi tersebut yakni menunjuk pelatih berkualitas.

Hanya saja memang setiap pelatih yang ditunjuk menangani Juventus kerapkali mendapatkan tekanan yang tinggi.

Meskipun berhasil membawa Juventus meraih kesuksesan domestik, sang pelatih kerap kali diberhentikan lantaran gagal membawa gelar Liga Champions.

Nama-nama pelatih seperti Maurizio Sarri dan Andrea Pirlo menjadi bukti nyata ketegasan manajemen Juventus.

Meskipun keduanya sama-sama berhasil memberikan gelar domestik kepada Juventus, namun posisi mereka tetaplah tidak aman karena tidak mampu meraih prestasi di Liga Champions.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved