Breaking News:

Aksi Premanisme Menyasar Panti Asuhan di Padang, 2 Pria Diamankan Polisi

Polisi pun sempat mengamankan pelaku karena diduga melakukan pungli terhadap panti asuhan di Kelurahan Ulak Karang Utara, Kota Padang.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Panti Asuhan, Rumah Singgah dan Thafidz Jasmine Nabila Inayah di Jalan Sumatera Nomor E/7, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aksi premanisme menyasar panti asuhan di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Polisi pun sempat mengamankan pelaku karena diduga melakukan pungli terhadap panti asuhan di Kelurahan Ulak Karang Utara, Kota Padang.

Kedua pelaku tersebut berinisial A (39) dan AM (47). Mereka diamankan pada Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Pemko Bukittinggi Buka 104 Formasi CPNS dan PPPK Guru 2021, Dominasi Tenaga Kesehatan

Kapolsek Padang Utara, AKP Nahri Sukra mengatakan, saat ini pelaku sudah dipulangkan karena korban tidak membuat laporan.

"Korban tidak membuat Laporan Polisi, sebelumnya korban meminta untuk tidak diviralkan. Namun, terlanjur viral," kata AKP Nahri Sukra, Kamis (24/6/2021).

Kata dia, kejadian dugaan pungutan liar tersebut terjadi pada 1 tahun yang lalu dan pada bulan Ramadan kemarin.

Di mana, pelaku meminta bantuan kepada panti asuhan, namun korban hanya memberikan 8 botol minuman fanta.

Baca juga: CPNS Sumbar 2021: Pemkab Tanah Datar Buka 39 Formasi CPNS dan 143 PPPK Guru

"Korban memanggil para pelaku dan menjelaskan kalau hendak meminta bantuan bawalah Kartu Keluarga," katanya.

Ia menyebutkan, setelah memberikan KK, pelaku tidak pernah datang lagi.

"Jadi korban tidak membuat Laporan Polisi dan tidak akan menuntut. Barang buktinya cuma 8 botol minuman fanta," ujarnya.

Ia menyebutkan, pelaku diamankan karena sudah viral dan dibawa ke Polsek Padang Utara.

Baca juga: Twibbon Hari Keluarga Nasional 2021, Simak Sejarah Harganas yang Diperingati 29 Juni

"Salah satu pelaku ada anaknya di dalam panti asuhan tersebut. Diduga pelaku ini ingin mendapatkan bantuan juga, tapi caranya salah," katanya.

Selanjutnya para pelaku diberikan petunjuk oleh pengurus panti, kalau untuk mendapatkan bantuan ada prosedurnya.

"Saat ini sudah dipulangkan, karena mengamankan orang 1 kali 24 jam. Kecuali korban melakukan penuntutan karena mengalami kerugian," katanya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved