Breaking News:

ASN yang Komorbid Tetap Divaksin, Dinkes Padang: Justru Mereka Wajib Dilindungi, Rentan Tertular

Walikota Padang mewajibkan ASN dan non ASN untuk divaksinasi, bagi yang menolak akan diberi sanksi. Sesuai edaran Walikota Padang tanggal 18 Juni

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
TRIBUNPADANG.COM/RIMA KURNIATI
Suasana vaksinasi karyawan PDAM Padang, Kamis (17/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Walikota Padang mewajibkan ASN dan non ASN untuk divaksinasi, bagi yang menolak akan diberi sanksi.

Sesuai edaran Walikota Padang tanggal 18 Juni 2021, saksinya berupa penundaan pemberiaan TPP dan honorium THL.

Kedua, penundaan pengurusan kenaikan pengkat atau urusan kepegawaian bagi ASN.

Baca juga: Edaran Wali Kota Padang: ASN dan Non ASN Wajib Vaksin Covid-19, Bagi yang Menolak Disanksi

Baca juga: Rangkaian HUT Bhayangkara - Polda Sumbar Berikan Vaksin Gratis Untuk Warga Kota Padang 

Lalu bagaimana kewajiban vaksinasi bagi ASN yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan?

Kepala Dinkes Kota Padang Ferimulyani mengatakan, orang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid justru paling utama untuk dilindungi dengan divaksin.

Sebab, apabila terpapar positif Covid-19 berakibat fatal kepada yang bersangkutan.

Baca juga: Capaian Vaksin Covid-19 Lansia di Padang Masih 8 Persen, Hendri Septa Salahkan Berita Hoaks

Baca juga: Kisah Calon Jemaah Haji Sudah Melakukan Manasik, Cek Kesehatan, Vaksin, Tapi Batal Berangkat

"Tahap awal vaksin memang komorbid tidak dibolehkan, namun seiring berjalan waktu ada uji klinis terus," kata Ferimulyani, Rabu (23/6/2021).

Ferimulyani mengatakan saat ini vaksinasi tahap dua, diperuntungkan bagi pelayanan publik dan lansia.

Vaksinasi tahap kedua ini akan dimaksimalkan seminggu kedepan, kemudian dilakukan vaksinasi tahap ketiga.

Baca juga: Terawan Agus Putranto Pilih Riset Vaksin Nusantara Ketimbang Dubes, Siti Fadilah: Kita Harus Hormati

Baca juga: Tiga Oknum ASN di Sumut Diamankan Polisi Terkait Kasus Penjualan Vaksin Secara Ilegal

"Lalu pada tahap ketiga nanti, vaksinasi ini diperuntungkan untuk orang-orang yang rentan," tambahnya.

Ferimulyani menambahkan, jika saat discreening ASN tidak memenuhi syarat untuk divaksin, maka akan dilakukan dilain waktu.

"Misalnya tensinya naik, maka dicoba pada kesempatan lain, hingga tensinya turun," tambahnya. (*)
 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved