Breaking News:

Jadikan Tenun Minang Icon Sumbar, Bank Indonesia Gelar Pelatihan Tingkatkan Kompetensi Pengrajin

Bank Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) menginisiasi pelaksanaan pelatihan tenun Minang di Kota Sawahlunto selama tiga hari. Dimulai Selasa (8/6/2021)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Ist/ BI Sumbar
Bank Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) menginisiasi pelaksanaan pelatihan tenun Minang di Kota Sawahlunto selama tiga hari 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Bank Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) menginisiasi pelaksanaan pelatihan tenun Minang di Kota Sawahlunto selama tiga hari.

Dimulai Selasa (8/6/2021) hingga Kamis (10/6/2021), pelatihan digelar di Hotel Parai dengan menghadirkan desainer tenun nasional Wignyo Rahadi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatra Barat Wahyu Purnama mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Bank Indonesia dalam rangka mendukung transformasi tenun Minang.

Baca juga: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Canangkan Tenun Minang sebagai Busana ASN

Baca juga: Pengusaha Songket Pandai Sikek Mengadu ke Sandiaga Uno, Wisatawan Jarang Tiket Mahal & Bagasi Bayar

Baca juga: AHY Kenakan Teluk Belanga dan Annisa Berkebaya Paduan Songket Palembang, Ikuti Upacara Virtual

Sehingga menjadi salah satu produk unggulan Sumatera Barat yang dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Ranah Minang.

"Tenun Minang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, mengingat tenun/songket merupakan salah satu warisan kekayaan budaya leluhur masyarakat Minangkabau sebagai pakaian tradisional yang dikenakan pada acara adat dan acara kebesaran kerajaan Minangkabau," kata Wahyu Purnama.

Akan tetapi sayangnya, lanjut Wahyu, tenun/songket Minang masih memiliki bahan yang kaku dan motif yang belum bervariasi.

Baca juga: BI Sumbar Siapkan Rp 7,1 Triliun Jelang Lebaran, Warga Bisa Tukar Melalui Kantor Bank di Daerah

Baca juga: Sumbar Dapat Jatah 1,1 Juta Helai Uang Pecahan Rp 75 Ribu, BI: Satu KTP untuk Satu Lembar

Baca juga: BI Bersama Kementerian Keuangan Merilis Uang Rupiah Khusus Bertepatan Peringatan HUT RI ke 75 Tahun

Selain itu masih menggunakan benang yang belum berkualitas baik sehingga kain mudah kusut dan terasa panas ketika digunakan. 

Menurutnya, dibutuhkan perubahan yang menyeluruh untuk menjadikan tenun Minang sebagai komoditas unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata provinsi Sumatera Barat melalui Transformasi Tenun Minang.

"Tenun Minang perlu bertransformasi melalui berbagai perubahan agar menjadi lebih baik," harap Wahyu.

Perubahan itu dimulai dari bahan baku yang digunakan, tidak hanya menggunakan benang berwarna emas atau silver namun mulai menggunakan benang berbagai warna.

Baca juga: Konveksi Bank Nagari Jadi Syariah, Kepala OJK Sumbar: Banyak Hal Perlu Disiapkan

Baca juga: OJK Sumbar Dorong BPR Kabupaten/Kota Ikut Melawan Retenir, Berikan Biaya Kredit Rendah

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved