Breaking News:

Draf RUU KUHP: Bui 4 Tahun 6 Bulan Menanti, Terbukti Hina Presiden dan Wapres di Media Sosial

Draf Rancangan Undang-Undang KUHP telah dibuka kepada publik yakni dalam draf itu, diatur pula pasal-pasal terkait penghinaan terhadap presiden

Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Draf Rancangan Undang-Undang KUHP telah dibuka kepada publik yakni dalam draf itu, diatur pula pasal-pasal terkait penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden. 

Berdasarkan draf RUU KUHP yang didapatkan Tribunnews.com, hal itu termaktub pada Bab II yang mengatur Tindak Pidana terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden. 

Awalnya diatur pasal yang akan dikenakan kepada orang yang menyerang diri presiden maupun wakil presiden. Ancaman pidana lima tahun menanti bagi yang melanggar pasal ini. 

Hal itu tercantum dalam Pasal 217 yang berbunyi :

Pasal 217
Setiap orang yang menyerang diri Presiden atau Wakil Presiden yang tidak termasuk dalam ketentuan pidana yang lebih berat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.

Kemudian pasal yang menjerat orang apabila menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri presiden maupun wakil presiden tercantum dalam Pasal 218. Pasal itu berbunyi:

Pasal 218

(1) Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.

(2) Tidak merupakan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) jika perbuatan dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri.

Sementara pasal 219 yakni mengatur tentang gambar atau biasa dikenal dengan meme presiden di media elektronik atau media sosial. 

Baca juga: Komisi III Dukung RUU KUHP dan RUU PAS Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Halaman
12
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved