Breaking News:

Kanker Payudara Seringkali Terlambat Disadari oleh Penderitanya, Waspadai Bahaya dan Gejalanya

Kanker Payudara Seringkali Terlambat Disadari oleh Penderitanya, Waspadai Bahaya dan Gejalanya

Editor: afrizal
istimewa
Dokter spesialis bedah onkologi Semen Padang Hospital (SPH), dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk 

TRIBUNPADANG.COM- Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.

Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi dr. Rony Rustam, Sp.B (K)Onk mengungkapkan, kanker disebabkan adanya perubahan sel satuan terkecil dari tubuh manusia, namun perubahan sel tersebut sifatnya tidak mengikuti aturan yang berlaku.

Sel-sel ini membelah dengan cepat dan berkumpul hingga membentuk benjolan, lalu bisa menyebar ke jaringan yang sehat, kelenjar getah bening, atau ke organ lain.

Baca juga: Pasien IGD di Semen Padang Hospital Mengalami Lonjakan Setelah Lebaran

Baca juga: Pengolahan Limbah Medis Covid-19 di Semen Padang Hospital, Rika: Kami Terapkan Sesuai Aturan

Salah satu istilah yang sering disebut saat berbicara tentang kanker adalah metastasis. Namun apa pengertiannya?

Metastasis merupakan penyebaran sel kanker dari organ asalnya, dalam hal ini payudara, ke tempat lain. Metastasis dapat terjadi melalui beberapa cara, seperti melalui aliran darah, aliran getah bening, ataupun secara langsung.

Peran metastasis sangat penting dalam mendiagnosis kanker dan penanganan kanker payudara.

"Dalam mendiagnosis kanker payudara, dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan benjolan, serta melihat apakah ada keterlibatan kelenjar getah bening, dan adanya penyebaran pada organ lain," jelas dokter Rony.

Pada pemeriksaan tersebut, lanjutnya, akan menentukan stadium kanker, yang dibagi menjadi I-IV.

Untuk mengenali Stadium I dianggap stadium awal dan bertahap hingga stadium IV sebagai stadium lanjut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved