Berita Pariaman Hari Ini

Apar Pariaman Mangrove Park Diresmikan, BUMDes Apar Mandiri Sewakan Kano untuk Pengunjung

Pengelolaan dan pemanfaatan treking mangrove di Apar Pariaman Mangrove Park telah menjadi kewenangan BUMDes Apar Mandiri menyusul peresmian oleh Mente

Penulis: Wahyu Bahar | Editor: Emil Mahmud
TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR
Anak-anak Desa Apar Kota Pariaman terlihat asik menjajal kawasan Mangrove di kawasan setempat sambil menggunakan kano, Rabu (2/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Wahyu Bahar

TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN - Pengelolaan dan pemanfaatan treking mangrove di Apar Pariaman Mangrove Park telah menjadi kewenangan BUMDes Apar Mandiri menyusul peresmian oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, Rabu (2/6/2021).

Direktur BUMDes Apar Mandiri, Fadel Muhammad mengatakan kawasan tersebut akan berdampak pada tingkat perekonomian desa dan kawasan, dimana pihaknya akan meningkatkan fungsi treking mangrove sebagai wisata alam dan edukasi.

“Kami juga menyediakan penyewaan Kano untuk menyusuri hutan mangrove ini, dimana untuk tiketnya pun sangat terjangkau," ujar dia.

Kata Fadel, pihaknya sudah sediakan 2 unit kano yang akan disewakan kepada para pengunjung nantinya, 

Lebih lanjut, pihaknya juga akan segera menambah jumlah kano, dan fasilitas pendukungnya.

"Untuk tarif kano yang disewakan masing-masing Rp 10 ribu untuk selama 15 menit. Dan, sebesar Rp 20 ribu selama 30 menit," imbuh Fadel.

Pihaknya berharap wisatawan dan pengunjung bisa menikmati mendayung kano sambil menyusuri hutan mangrove yang asri.

Sejauh ini lanjutnya, keberadaan Apar Pariaman Mangrove Park, hendaknya berdampak ekonomi juga terhadap masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: BUMDes Apar Mandiri Terapkan Biaya Tiket Masuk Rp 3 Ribu Bagi Pengunjung Apar Pariaman Mangrove Park

Baca juga: Apar Pariaman Mangrove Park Dikunjungi 5.000 Orang dalam Sebulan, Termasuk Mahasiswa Penelitian

Anak-anak Desa Apar Kota Pariaman terlihat asik menjajal kawasan Mangrove di kawasan setempat sambil menggunakan kano, Rabu (2/6/2021).
Anak-anak Desa Apar Kota Pariaman terlihat asik menjajal kawasan Mangrove di kawasan setempat sambil menggunakan kano, Rabu (2/6/2021). (TRIBUNPADANG.COM/WAHYU BAHAR)

Dia menambahkan, kawasan wisata itu dapat dimanfaatkan masyarakat dengan membuka kedai-kedai makanan dan suvenir.

“Kawasan mangrove yang hijau lestari serta dikemas dengan baik berpedoman pada nilai keberlanjutan, diproyeksi akan menjadi sebuah potensi dan daya tarik. Utamanya, bagi pengembangan kepariwisataan daerah, yang akan menjadikan pariwisata Kota Pariaman kian beragam," jelas dia.

Fadel menambahkan perlu, adanya kawasan tersebut juga memberi berkah untuk masyarakat di sekitarnya.

"Masyarakat sekitarnya, juga bisa berjualan untuk menambah penghasilannya, telah dirasakan langsung oleh pedagang selama ini," ujar Fadel.

BUMDes Apar Mandiri diketahui juga produksi sirup mangrove yang berasal dari buah mangrove.

Sirup tersebut diolah oleh ibu-ibu Desa Apar, dengan nama "Parma" singkatan dari Apar Mandiri.

Kepada para pedagang, pihaknya mengimbau agar melakukan pembersihan lokasi kedainya secara mandiri, dan untuk kawasan mangrove dilakukan secara bergotong royong. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved