Breaking News:

Berita Padang Hari Ini

Mulai 2 Juli 2021, Perizinan di Kota Padang Berbasis Risiko Lewat Sistem OSS

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Corri Saidan mengatakan, mulai 2 Juli 20

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Corri Saidan 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Corri Saidan mengatakan, mulai 2 Juli 2021, penyelenggaraan perizinan di Kota Padang berbasis risiko melalui OSS.

Menurutnya, hal ini menindaklanjuti surat menteri investasi, yang mana mulai 2 Juni 2021 ini, proses perizinan berusaha berbasis risiko dilakukan melalui sistem OSS RBA.

"Namun untuk pengimplementasikannya sendiri baru mulai dilakukan pada 2 Juli 2021 mendatang," kata Corri Saidan, Rabu (2/6/2021).

Corri Saidan menambahkan, mulai 2 Juni 2021, dua subsistem OSS berbasis risiko, yakni subsistem pelayanan informasi sudah dapat diakses oleh publik melalui http://www.ujicoba.uuck.oss.go.id

Baca juga: Pemko Padang Tunda Seleksi CPNS/PPPK 2021, Jadwal Menunggu Instruksi Pusat

Baca juga: UPDATE CPNS PPPK Pemko Padang Buka 606 Formasi, Ada 476 Formasi PPPK Guru

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Corri Saidan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Corri Saidan (TribunPadang.com/Rima Kurniati)

Subsistem perizinan berusaha berbasis resiko sudah dapat dilakukan melalui http://www.ujicoba.uuck.oss.go.id

"Sekaligus untuk mendapatkan masukan bagi perbaikan dan penyempurnaan subsistem perizinan berusaha berbasis resiko tersebut," tambahnya.

Untuk itu, pelaku usaha juga diminta mempercepat proses pemenuhan komitmen atau permohonan pemenuhan komitmen melalui aplikasi Saporancak paling lambat 15 Juni 2021, dengan status persyaratan lengkap.

Serta bagi izin usaha yang belum efektif dan diajukan ke sistim OSS paling lambat tanggal 25 Juni 2021.

"Sehingga izin usaha bisa diterbitkan oleh sistem OSS sebelum 30 juni 2021," kata Corri Saidan.

Bagi pemenuhan komitmen dan permohonan perizinan berusaha baru oleh pelaku usaha disampaikan ke sistem OSS setelah 25 Juni 2020.

Serta perizinan berusaha atau izin usaha yang berlaku efektif belum dapat diterbitkan oleh sistem OSS sampai 30 Juni 2021, maka perizinan disesuaikan dengan perizinan berbasis risiko OSS. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved