Breaking News:

Malaysia Dikabarkan Tutup Seluruh Mal Mulai 1 Juni 2021, Lockdown Penuh Dimulai

Pemerintah Malaysia mengatakan bahwa seluruh mal harus ditutup, sebagai tindakan Lockdown penuh yang dimulai 1 Juni 2021 mendatang.

Editor: Emil Mahmud
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Ilustrasi: Pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur ilegal ditangkap polisi di Kepulauan Riau, Sabtu (24/8/2019). 

"Ini penting untuk mendukung kelanjutan operasi infrastruktur yang penting dan garis depan seperti keamanan, sistem perawatan kesehatan, informasi dan komunikasi serta memastikan pasokan kebutuhan dasar yang memadai bagi Rakyat (rakyat),” sebut pernyataan itu.

Baca juga: Pembunuh Wanita Asal Indonesia di Malaysia Terungkap, Berawal Kecurigaan Suami Korban pada Tetangga

Pengumuman hari Minggu ini dilakukan setelah Kantor Perdana Menteri mengumumkan pada hari Jumat (28/5) bahwa Malaysia akan menjalani lockdown total dari 1 Juni hingga 14 Juni.

Jumlah kasus Covid-19 Malaysia terus melonjak, dengan rekor 9.020 kasus baru dan 98 kematian pada hari Sabtu (29/5). Dan pada hari ini, ada 6.999 kasus baru. Sekarang ada lebih dari 560.000 kasus di seluruh negeri.

Pemerintah telah meyakinkan masyarakat bahwa akan ada persediaan makanan yang cukup untuk bertahan selama Fase 1 dari lockdown total. Namun, ada laporan antrean orang berbondong-bondong membeli kebutuhan dan barang untuk mengantisipasi hari Selasa.

Sebelumnya  Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan dalam konferensi pers bahwa lebih banyak pusat vaksinasi akan dibuka dalam bulan mendatang untuk mempercepat proses vaksinasi.

Yang pertama adalah lima pusat vaksinasi besar di sekitar Lembah Klang. “Tiga akan di Selangor dan dua akan didirikan di Kuala Lumpur,” katanya, menambahkan bahwa pengaturan akan dimulai pada 7 Juni.

Baca juga: Malaysia Didesak Lockdown Penuh Setelah Delapan Hari Kasus Baru Tertinggi

Khairy, yang juga Menteri Koordinator Satgas Imunisasi Covid-19 mengatakan 1.000 klinik dokter umum swasta (GP) akan bergabung dengan Program Imunisasi Covid-19 Nasional pada 30 Juni.

Dia menambahkan bahwa 500 dari klinik ini akan mulai memberikan vaksin mulai 15 Juni.

"Saya memperkirakan bahwa dokter umum dan pusat vaksinasi rumah sakit swasta dapat memberikan kontribusi dan pemberian 40.000 dosis dalam sehari, dan 400.000 dosis (secara total) pada 30 Juni," katanya, seraya menambahkan bahwa ini akan tergantung pada pasokan vaksin.

Ia menjelaskan bahwa saat ini ada 2.500 klinik GP yang terdaftar di bawah program imunisasi, Khairy mengatakan pemerintah akan membayar praktek swasta untuk mengelola vaksin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved