Breaking News:

Malaysia Dikabarkan Tutup Seluruh Mal Mulai 1 Juni 2021, Lockdown Penuh Dimulai

Pemerintah Malaysia mengatakan bahwa seluruh mal harus ditutup, sebagai tindakan Lockdown penuh yang dimulai 1 Juni 2021 mendatang.

Editor: Emil Mahmud
KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Ilustrasi: Pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur ilegal ditangkap polisi di Kepulauan Riau, Sabtu (24/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia mengatakan bahwa seluruh mal harus ditutup, sebagai tindakan Lockdown penuh yang dimulai 1 Juni.

Selain itu, pemerintah mengizinkan perusahaan di bawah 12 sektor manufaktur untuk terus beroperasi, seperti manufaktur makanan dan minuman, alat kesehatan, tekstil untuk memproduksi alat pelindung diri serta minyak dan gas. Mereka perlu beroperasi dengan kapasitas 60 persen.

Hal itu dikemukakan Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob pada Minggu (30/5/2021) waktu setempat di Kuala Lumpur, Malaysia seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Ismail Sabri Yaakob mengatakan ada 17 sektor layanan penting masih diizinkan beroperasi selama lockdown penuh selama dua minggu itu.

"Kami berharap sektor manufaktur akan mengikuti perintah pemerintah, karena kami telah memberikan syarat bahwa hanya 60 persen yang bisa bekerja," ujarnya.

Sektor-sektor ini, imbuhnya termasuk perawatan kesehatan, telekomunikasi dan media, makanan dan minuman, utilitas serta perbankan.

Baca juga: Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam Bersatu Bela Palestina, Kutuk Keras Agresi Israel

"Tapi saya telah membaca posting media sosial dan menemukan majikan yang memaksa karyawan mereka melebihi kapasitas 60 persen," tambahnya.

Ismail Sabri mengatakan bahwa karyawan dapat melaporkan pelanggaran tersebut ke kementerian sumber daya manusia dan polisi.

Ia menambahkan, pusat perbelanjaan harus ditutup, kecuali supermarket dan tempat yang menjual makanan dan minuman dan kebutuhan dasar.

Sebuah pernyataan dari Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional juga mengatakan: "Manufaktur dan sektor jasa terkait manufaktur yang diizinkan untuk beroperasi adalah untuk memastikan gangguan minimal pada rantai pasokan suku cadang penting, komponen dan produk jadi."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved